Fase Genting

In LOVE…. Sebagai manusia kejadian ini sangat penting. Datangnya tiba-tiba dan tanpa kendali. Kualitas atau kuantitas tak menjadi masalah begitu juga porsi bagi masing-masing manusia juga berbeda. Ada kalanya seorang manusia berulang-ulang mengalami kejadian ini tapi ada pula yang hanya beberapa kali saja dalam hidupnya. Ada yang begitu dalam dan berlangsung lama, namun ada pula yang sepintas lalu dan hanya sekejap. Setiap manusia pernah mengalaminya, seperti lahir dan mati.. Fase ini juga harus dilalui oleh manusia; manusia berhati batu, manusai tanpa ekspresi, manusia bebal, manusia romantis, manusia melankolis, manusia kejam, manusia lempeng, manusia naif, manusia cerdas, manusia apatis, manusia aktif, manusia licik, manusia tulus you name it! Semua pernah mengalaminya.

Kerja sekelompok hormon cinta sangatlah luar biasa! Sensor yang ditangkap oleh panca indera diteruskan ke otak dan secara alami kelenjar2 dalam tubuh manusai diperintahkan untuk mensekresikan hormon-hormon cinta. Begitu endokrin dan oksitosin bekerja, dunia seolah berhenti berputar; euforia sesaat; menarik bibir keatas membentuk lengkung senyum sepanjang hari, perilaku berubah 180 derajat, semua diluar kendali; logika tidak berfungsi…. Red Alert!!

Kejadian selanjutnya adalah pembentukan perilaku romantis impulsif pada manusia; di playlist iPodnya berderet jajaran top 1.000.000.000 lagu cinta dari jaman Jepang sampe jaman Adele. Status facebook, twitter, dan YMnya membuat yang membaca eneg karena kata-kata kelewat romantis di post tiap 5 menit. Menambahkan budget khusus untuk pulsa telpon, rajin mantengin timeline twitter dan status facebook atau bahkan mulai hunting tiket ke negeri antah berantah untuk menemui orang yang dicintainya atau sekedar merencanakan liburan impian bersamanya.

Pathetic! but it happens. Begitu fase ini selesai dan logika mulai bekerja. Dia akan mentertawakan apa yang sudah dilakukannya selama kewarasannya hilang beberapa saat lalu dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dan dengan segala kemampuannya, manusia merancang strategi untuk mengantisipasinya jika kejadian ini datang lagi. Tapi lucunya, manusia terlalu lemah untuk menangkal siklus alam ini. Begitu kejadian jatuh cinta ini terjadi lagi suatu saat, segala janji dan strategi yang disusun pada saat “waras”nya akan menguap begitu saja.

*kompilasi antara kewarasan dan kegilaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s