Just a Thought (Tentang Organisasi Lingkungan dan Pencari Keuntungan)

Pencerahan ini saya dapat setelah perjalanan saya ke Tangkahan. Saya menyaksikan sendiri perbedaan yang mencolok antara kebun kelapa sawit (yang dulunya hutan gambut) dan hutan yang masih tersisa di Taman Nasional Tangkahan.

Kondisi kebun kelapa sawit yang tertata rapi memang bagus tetapi sangat panas, lembab dan berdebu. Hanya satu dua ekor burung yang saya lihat beterbangan kesana kemari. Lain halnya ketika saya memasuki daerah konservasi Tangkahan, saya bisa mendengar suara alam liar; antara kicauan berbagai jenis burung dan suara-suara serangga yang kadang disertai lengkingan ordo penghuni hutan ini. Suasananya sangat berbeda hanya dalam radius 100 meter.. sangat ekstrim.

Sekembalinya saya dari Tangkahan, saya mendapati newsletter dari sebuah lembaga independen yang konsen terhadap alam. Salah satu dari isi newsletter ini adalah permohonan maaf karena tidak bisa berbagi cerita dan bertatap muka dengan anggota di Indonesia dikarenakan Rainbow Warrior tidak diijinkan merapat di Indonesia dan informasi lain tentang perkembangan “peperangan” dengan raksasa pemilik perkebunan sawit di Indonesia. Hm.. sangat menarik, organisasi ini telah berhasil menekan pemerintah Indonesia untuk meneken moratorium hutan primer dan lahan gambut Indonesia. Itu artinya hutan Tangkahan dan hutan sejenisnya akan aman dalam jangka waktu tertentu dari usaha pembukaan lahan baru untuk keperluan industri.

Di lain waktu, saya juga mengunjungi forum diskusi sebuah…. (I don’t know what to call it) yang menerbitkan majalah berlogo persegi panjang warna kuning dengan semboyan “menginspirasi agar kita peduli pada alam semesta”. Saya sudah lama meninggalkan forum ini karena suatu alasan : omdo. Menurut saya, tidak ada tindakan nyata untuk peduli lingkungan dan alam. Hebatnya lagi.. (yah… lagi-lagi saya susah mendefinisikan ini termasuk apa… well katakanlah penerbit majalah) penerbit majalah ini berhasil menghipnotis pengikutnya dengan imej “keren”. Keren bila sudah berhasil memakai atribut persegi kuning; entah itu t-shit, topi, pin, atau tas (entah itu tas travelling atau tas kamera – yg waktu saya intip di online storenya harganya mencapai ratusan ribu rupiah… sigh). Selain itu, saya seperti “dimanfaatkan” dengan menyetor karya foto saya secara online pada situs yang mereka kelola, sekali lagi dengan iming-iming “keren” – karena bisa dimuat di malah terbitannya (jika beruntung).

Saya bukan mempropaganda, tapi saya hanya bersyukur karena saya berada di jalur yang benar dengan memilih berpartisipasi lebih pada organisasi lingkungan yang berbuat nyata menyelamatkan lingkungan dan bukan pada organisasi (maaf-penerbitan majalah) lain yang hanya mengekspose alam semesta tanpa ada tindakan nyata yang positif untuk lingkungan.

Jadi apa pilihan Anda? Imej keren atau tindakan nyata pada penyelamatan lingkungan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s