Cincin Setan

Cincin setan… saya meminjam istilah ini dari teman saya untuk sebutan cincin yang melingar di jari manis seseorang, menandakan dia sudah terikat, entah tunangan entah perkawinan…. dengan setan hahahhah… Dan saya selalu melihat orang yang memakai cincin ini terlihat seksi, seksi secara harfiah.. bukan karena dia berkomitmen lalu terlihat seksi, that’s bullshit.

Di usia seperti sekarang ini keinginan untuk berkomitmen semakin tertepis.. bukan karena apa, syarat saya untuk berkomitmen dengan seseorang semakin meninggi dan semakin membuat saya jauh dari kata “komit”. Mungkin ini alamiah. Menurut teman saya, semakin simple cara pikir semakin simple pula hidupnya… analogi sederhananya seperti ini; suatu ketika saya ingin buah apel dan seketika itu juga ada orang yang dengan baik hati memberikannya pada saya. Jika pola pikir saya simpel, saya akan menerima buah apel itu dengan senang hati dan memakannya. Lain cerita jika cara pikir saya tidak simpel, saya akan mengamati dan menganalisa buah itu; apakah buah ini apel washington, granny smith, ato apel Malang; apakah ada lapisan lilin di kulit apel itu; apakah buah itu masih segar. Bila ada sesuatu yang tidak cocok dengan ideal saya, bisa jadi saya tidak memakan buah itu seberapapun pengennya saya. Mungkin saya hanya akan mencicipi saja segigit dua gigit tapi tidak akan menghabiskannya. Jadi kalo teori teman saya ini benar, berarti hidup dan cara pikir saya termasuk rumit.. 

Kembali lagi ke cincin setan. Jika timbul pertanyaan kenapa saya tidak memakai cincin setan di usia yang sudah matang ini? Jawabannya adalah karena saya belum menemukan setannya. Terlalu banyak pertimbangan untuk memulai sebuah komitmen. Saat ini saya tidak ingin apel saja, tetapi saya ingin apel granny smith yang tidak terlalu asam, tanpa lapisan lilin dan baru dipetik dari kebun.. Nggak mustahil sih, tapi susah mendapatkannya.

Sekarang ini jika saya melihat apel granny smith, mata saya langsung berbinar lalu segera menyelidik, apakah baru saja di petik dari kebun dan bebas lilin… dan tentu saja mencicipinya apakah tidak terlalu masam buat saya? Ada kalanya saya melihat apel wahington yang penampilannya menggoda, keinginan saya untuk inquiry lanjutann tidak ada… yang ada hanya keinginan untuk melahapnya segera secara instan setelah itu membuangnya ke jamban.

Ah, pikiran rumit hidup jadi rumit… mungkin itu benar

 

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s