Idiot, apa kabar?

Apa kabar idiot? Saya masih belum bisa melepasmu… Kalo boleh membela diri, itu bukan karena saya semata. Kamu juga punya peran, kalau saja kamu berlaku jahat pada saya.. Saya akan sedikit lega. Tapi kamu masih membalas pesan saya, sama mesranya… Kamu menggantung saya… antara iya dan tidak… Apa kabar idiot? Saya masih belum bisa melepasmu…

Tugasku Mencintaimu

Bukan tugasku untuk mencuci otak ini agar kamu hilang dari memoriku… Bertahun tahun aku sudah berusaha namun nol besar. Aku selalu berusaha dan berdoa agar kamu segera berlalu dariku… tapi semakin aku keras berusaha, kamu semakin ada… Dalam hati aku berkata; apakah sebenarnya aku tidak ingin cintaku usai daripadamu? Kamu pasti tau, hati ini selalu…

A Friendship Test, Can We Resist?

A relationship, someday, will face the phase when each member in the relationship circle undergo amount of friction. A lover, business partner, family, friendship, will come to a stage when each of them delivers different requirements that don’t meet with others, and when everybody can not cope the situation, the clash occurs.  The length of…

Saya Sudah (merasa) Lebih Baik Sekarang

Ya, saat ini bisa dibilang demikian.  Entah apa penyebabnya… mungkin waktu yang membuat saya begini.. atau memang saya membawa perasaan ini  ke zona santai… tapi tentu saja karena peran yang di atas. Saya masih pengen bersamanya dan masih juga stalking… Saya nggak reject perasaan ini, tapi lebih ke menerimanya… Saya juga masih (kadang) say hello…

Percakapan Otak dan Hati

Otak : Apa kabar dear hati? Masih belum mampu mengambil keputusan ya? That’s fine.. kamu mampu kok mengatasinya… Hati : Iya, saya masih bingung, masih menunggu dan meraba-raba… Otak : Bersikap biasa aja sama dia, jangan stalking… ngobrol seperlunya… batasi komunikasi. Hati : Itu kan maumu… kalo saya sih pengen deket terus sama dia, stalking apapun…

Perahu Kertas, Sebuah Analogi

Hidup itu harus dihadapi, bukan dihindari. Saya baca novel ini pada saat saya baru saja patah hati dengan si Jepang, Juni 2010. Hati saya sempat luka dan dalam kebingungan saya, saya melarikan diri ke Ende, Flores.  Tetapi seperti kata Karel pada Kugy sewaktu dia ingin melarikan diri dari pilihan antara komitmen dan cinta lama… Hidup…

Free Will

Akhirnya, pada detik ini… saya punya sedikit kekuatan untuk berkata : ya sudahlah… saya harus melanjutkan hidup saya. Sekali lagi saya tidak tau, kekuatan apa yang memampukan saya untuk berkata seperti ini. Tapi bergumul dan berdoa, berkomunikasi dengan Tuhan saya membuat saya bisa, meskipun sedikit, untuk mendongak dan melihat dunia kembali…  Pagi ini saya kembali…

Menunggu Saja…

Seringkali saya membuat keputusan terlalu cepat, kadang keputusan itu memihak saya, kadang tidak. Untuk urusan hati, saya benar-benar bodoh… saya selalu menekankan (atau paling tidak berusaha) pad diri saya sendiri untuk memakai logika jika berkenaan dengan cinta, tapi nyatanya sering otak tak bicara. Saya masih berpacu dengan nafsu jika kadar hormon eksitosin mulai meningkat dalam…