Menunggu Saja…

Seringkali saya membuat keputusan terlalu cepat, kadang keputusan itu memihak saya, kadang tidak. Untuk urusan hati, saya benar-benar bodoh… saya selalu menekankan (atau paling tidak berusaha) pad diri saya sendiri untuk memakai logika jika berkenaan dengan cinta, tapi nyatanya sering otak tak bicara.

Saya masih berpacu dengan nafsu jika kadar hormon eksitosin mulai meningkat dalam aliran darah saya, membuntu sel-sel otak untuk bekerja dan membuat hati dan perasaan berdaya luar biasa.

Saya masih belum yakin dengannya, tapi tanda-tanda itu ada… Entah ini sekedar suka, atau memang saya cinta… Entahlah… Bodoh bodoh bodoh bodoh…

Saat ini saya hanya bisa menunggu… Menungguu kisah selanjutnya… Saya nggak tau dengan dia, entah dia punya perasaan yang sama atau hanya saya saja yang besar kepala… Naluri.. naluri… tolonglah kami…

Sering pikiran saya berperang, apa iya… apa tidak? tanda2nya iya… tapi kayaknya enggak deh… Kalo saya stop perasaan saya sekarang, saya takut saya jadi numb dan gak ada perasaan lagi ke dia.. gimana kalo dia ternyata ada rasa juga sama saya? Tapi sebaliknya kalo saya piara rasa saya, saya takut kalo nanti ternyata dia biasa aja sama saya… kesian saya kan? Tarik ulur? Sepertinya sama sakitnya kayak bertepuk sebelah tangan…. Berdoa? I think God has nothing to do with this, ini human free will seratus persen..

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s