Kapitalis Primitif

Jika mendengar kata kapitalis, apa yang ada dalam benak Anda? Saat ini, kata kapitalis mempunyai tingkat popularitas yang sama dengan teroris di negeri ini. Kapitalis, entah itu sistem atau pelakunya, dituding jadi dalang maraknya kasus korupsi dan suap, yang merembet pada bobroknya perekonomian Indonesia karena pemodal asing yang mengeruk sumber daya alam negeri ini dan hanya menyisakan remah-remah yang lari entah kemana.

Dalam tulisan saya kali ini saya tidak akan berbicara dosa dan pahala kapitalis, termasuk didalamnya system, pelaku dan pahamnya.

Sebenarnya, kapitalis ini adalah sistem yang tergolong primitif. Praktiknya sudah dilakukan ratusan tahun lalu. Biasanya pelaku sistem ini adalah para keturunan raja, para bangsawan, pedagang, tuan tanah, dan kaum bermodal lainnya. Dan kalau boleh jujur, semua lapisan masyarakat juga mengamalkan sistem ini, hanya saja yang terekspos dan mencolok hanyalah praktik yang ada di kalangan aristokrat.

Dalam lembaga terkecil, yakni keluarga kapitalis juga dipraktekkan. Adalah budaya kawin dan mengawinkan; raja-raja sebelum era nusantara, akan mengawini putri dari kerajaan lain demi keuntungan kekokohan kerajaannya. Lalu diikuti dengan perjodohan putra dan putri mereka.

Dalam era berikutnya kapitalis primitif ini berkembang pada masyarakat yang lebih bawah, ditandai dengan budaya bibit, bebet, dan bobot. Seorang anak akan dikawinkan secara paksa dengan keluarga yang sama-sama terpandang atau sedikit diatas strata sosial keluarganya dengan jaminan kesejahteraan materi yang tidak mungkin susut nilainya.

Dalam keluarga modern seperti sekarang, tanpa disadari praktik kapitalis primitif ini juga masih berlaku. Tanpa sadar, nilai anak berubah menjadi komoditas. Anak diukur dengan neraca investasi; biaya pendidikan tinggi yang di keluarkan orangtua, biaya hidup, biaya perhelatan pernikahan yang gemerlap, dan lain sebagainya.

Biaya yang sudah dikeluarkan orangtua ini dianggap sebagai investasi. Ada semacam hukum balas jasa yang disuntikkan orangtua pada anak mereka. Investasi yang sudah dikeluarkan diharapkan bisa “cair” jika para orangtua sudah menginjak usia senja : menggantungkan hidup masa tua pada anaknya.

Jadi kapitalis ini sebenarnya adalah sebuah sistem kuno yang paling tangguh, yang mampu masuk ke lembaga terkecil dalam tatanan hidup manusia yang sudah dipraktekkan secara langsung dan kasat mata namun dituding-tuding para pelakunya sebagai sesuatu yang menjijikkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s