The Dream House

Gara-gara blog walking di tempatnya sonofmountmalang saya jadi ingat bayangan tempat favorit saya dulu, hasil imajinasi otak saya.

Lokasi.

Tempat ini berada di hamparan lumut -bukan rumput- yang setiap tahun hijau dan basah, diapit oleh hutan pinus yang selalu rimbun dan sungai jernih yang mengalir tidak pernah kering. Ada sebuah jalan setapak yang cukup untuk satu mobil kecil, satu-satunya penghubung dengan dunia luar.

Image

Rumah.

Rumah saya berdinding setengah batu dan setengahnya lagi kayu. Tidak bercat, warna alami dan hanya ada polesan pelitur agar tampak mengkilap. Ada puluhan jendela menjulang tinggi yang mengitari dinding rumah ini. Rumah ini beratap ijuk dan berlantai kayu yang selalu hangat.

Image

Ada dua buah beranda di rumah ini, beranda  depan dan beranda belakang. Beranda depan berhadapan langsung dengan hutan pinus sedangkan beranda belakang menghadap ke sungai di belakang rumah. Beranda depan tidak terlalu luas, hanya ada sebuah kursi ayun dari rotan dengan cover tebal dari satin berwarna khaki yang berisikan bulu angsa dan beberapa buah bantal kecil. Kursi ayun ini harus cukup besar sehingga muat untk empat orang.

Sedangkan beranda belakang cukup luas, dipagari batang kayu kering berwarna coklat muda, hanya sebagai asesoris.  Ada satu set sofa beludru berwarna merah bata dan beberapa bantal besar yang tergeletak sembarangan di karpet berwarna coklat tua. Antara beranda belakang dan sungai kecil ada hamparan lumut berwarna hijau.

Rumah ini tidak terlalu besar, tapi muat untuk sebuah king size bed dan 2 buah singe beds, sebuah baby piano, satu set sofa lagi di dalam rumah, kursi malas, dapur kering dan ruang keluarga yang dilengkapi perapian.

Apa Yang Saya Lakukan?

Saya akan memelihara seekor labrabor retriever dan basset hound.

Setiap pagi saya akan joging di dalam hutan sambil membawa kamera. Memotret apapun di dalam hutan, setiap pagi dan saya post di blog saya. Selesai joging saya akan berjemur matahari dan goleran diatas lumut hijau di dekat sungai lalu mandi di sungai dengan dua ekor anjing saya.

Saya mulai bekerja mulai pukul sembilan pagi, tidak ke kantor tapi di depan laptop saya untuk menulis sampai sore saat pacar saya datang. Kami menghabiskan sore di belakang rumah, menikmati kopi panas dan novel kesukaan kami ditemani Hugo dan Carlos, anjing kami. Jika hujan datang, kami akan pindah ke beranda depan, duduk di kursi ayun melihat hujan dan kabut yang perlahan turun sambil menenggelamkan diri kami dalam selimut bulu angsa yang membuat kami hangat.

Jika malam cerah, saya akan membawa kursi malas saya ke belakang rumah, menikmati langit yang gelap dengan bulan dan bintang yang ribuan jumlahnya sambil mendengarkan pacar saya yang sedang main piano di dalam rumah.

Heaven!

Image

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s