manusia itu makhluk paling sempurna katanya?

Sekali lagi tulisan ini hanya keisengan saya belaka, tanpa ada unsur memojokkan siapa-siapa (satu-satunya yang saya pojokkan disini mungkin stupid politicians, pemerintah korup Indonesia, dan penipu sok alim disana).

Yang mempopulerkan dogma “manusia itu ciptaan paling sempurna” sepertinya harus belajar lagi definisi kata sempurna #sodorinKBBI.

Sejak kapan manusia itu sempurna? Pernahkah sejarah mencatat ada manusia sempurna? Dari jaman bani Adam sampai sekarang sejarah tidak pernah mencatat satu nama pun yang manusia sempurna, baik fisik maupun perilaku. Nabi Yusuf yang digadang-gadang sebagai manusia paling ganteng kalau kentut juga bau. Mother Theresa yang dielu-elukan sebagai penolong manusia miskin, mengubah (walaupun secara tidak langsung) tempat ibadah di India menjadi fungsi lain.

Kelakuan manusia daridulu cenderung bejat, sehingga Tuhan repot-repot mengirimkan 25 nabi dan rosul dan mewahyukan Al-quran, Budha menurunkan Dharma, bahkan Allah sendiri turun sebagai Yesus untuk menebus ketidaksempurnaan manusia ini.

Manusia sebagai individu sebenarnya sudah paham dengan ketidaksempurnaan mereka; Lembaga perkawinan diciptakan untuk mengekang libido walaupun pada praktiknya hotel short time tetap beroperasi dan kamera cctv menangkap adegan yg tidak pantas di lift anggota dewan yang terhormat. Pengadilan diadakan untuk memberi “keadilan” yang sebenarnya hanya kong kali kong makelar kasus, polisi, dan hakim supaya tetap ada agenda peradilan yang menghasilkan duit. Bahkan negara dibentuk dengan tujuan untuk mengayomi dan mengatur komunitas manusia, yang kemudian oleh pemimpin negara dan kroni-kroninya diplesetkan sebagai modus untuk menyodomi komunitas ini.

Apakah benar manusia makhluk paling sempurna? Coba tengok lagi, bahkan manusia yang dicap lebih baik dan dekat dengan sang penciptanya pun ada cacatnya. A’a Gym bahkan menggunakan dalil agama untuk pembenaran lampiasan syahfatnya pada janda molek. Pendeta-pendeta kaya yang memungut 10% pendapatan jemaatnya dengan dalil “memberi untuk Tuhan” padahal prakteknya uang tersebut untuk pendeta pribadi.

Transgender -yang dianggap manusia lain lebih rendah dan hina- tahu bahwa kesempurnaan itu hanya milik Allah semata, masa kita masih ngotot mengklaim bahwa kita ciptaan paling sempurna? Tadi pagi, berapa kali kamu marah? Berapa kali kamu mencuri? Seperti saya sekarang yang mencuri waktu kerja untuk menulis blog ini.

#Refleksi Jumat

Image

4 thoughts on “manusia itu makhluk paling sempurna katanya?

  1. Justru karena Yusuf kentutnya bau itulah manusia disebut sempurna. Punya jelek, punya baik. Paket kumplit. Kalo baik mulu, atau jahat mulu, itu justru yang gak sempurna. Timpang. Mengobrak-abrik aerodinamika namanya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s