Motivators, You Are Suck!

Maaf kalo tulisan saya kali ini terlalu pesimis… Maaf juga kalo diksi saya juga agak kasar. 

Pertama dengar nama Mario Teguh di awal tahun 2010, saya nggak pernah liat mukanya secara langsung.. cuman saat itu gaungnya luar biasa. Saya juga mendengar secuil saja khotbahnya dan tidak berminat serius menyimaknya.

Makin lama nama Marte semakin naik daun aja, bahkan asisten rumah tangga juga sering nyebut-nyebut nama itu. Iseng saya lihat satu episode Golden Ways yang dibawakannya. Hahahaha… saya nggak suka. 

Kuliah yang disajikan sudah basi, tidak ada sesuatu yang baru. Semua yang tersaji adalah teori usang yang sudah dikemukakan oleh filsuf-filsuf dan pemikir jaman dahulu. Hanya saja teori ini dikemas dengan bahasa baru yang dicocokkan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Pengalaman empiris sebagai ilustrasi juga basi dan itu-itu saja. 

Buat saya show itu konyol. Kebodohan publik yang dilakukan oleh seorang yang pintar merangkum kata, memilih diksi yang cocok, lalu mengemasnya dengan gaya bicara dan body language yang tepat. Ditambah lagi fanatisme penikmat kuliah kosong yang rata-rata adalah para penghuni dunia yang hidup segan mati tak mau, kepayahan menghadapi hidup.

Teman saya pernah bilang bahwa Marte dan motivator2 ini terlalu menggeneralisasikan keadaan. Tidak semua resep hidup yang keluar dari bacotnya cocok untuk semua orang. Dan saya setuju itu.

Saya baru baca kasus Marte yang menanggapi surat terbuka seorang fansnya yang di publish di wall facebook. Isinya tentang ketidakpuasan dan pendapat pribadinya tentang sebuah sesi yang diadakan di perusahannya. Dalam tanggapan surat terbuka itu, tim sang motivator melakukan manuver rendahan dengan gertakan melakukan “legal action” dengan alasan sudah melakukan tindakan yang mirip-mirip Prita pada RS Omni Int.

Hello… mana kuliah kamu selama ini? Aksi yang diambil dengan gertak sambal membawa hukum memperlihatkan betapa kedangkalan jiwa seorang motivator yang hanya bisa ngomong saja. Reaksi terhadap surat ini sungguh ababil, melebih surat lamaran alay yang dia pake sebagai ilustrasi di salah satu shownya.

Sewaktu saya baca balasan surat terbuka itu, saya kepingin be’ol sambil bilang WOW. Bahasanya menggeliat-nggeliat, menukik, menggelinjang… sampai saya bingung intinya apa, entah karena saya bodoh atau karena saya nggak paham bahasa motivator.. walahualam.

Sekali lagi dikuatkan bahwa motivator itu cuman bisa ngebacot doang. Prakteknya nol. Saya bukan hater, dan saya nggak peduli sama kelakuan motivator yang cari duit dengan menggunakan bibirnya untuk memanipulasi otak pendengarnya yang sakit. Tapi secara pribadi saya sudah menganggak motivator itu sampah dan membuat saya antipati, sukur-sukur jadi hater para motivator.. biar mereka bisa termotivasi untuk berhenti berbohong dan mulai taking action (seperti kata mereka-haters are your motivators)

Fuck motivator… semoga di neraka nanti mulut kalian jadi dubur yang selalu mengeluarkan sampah seperti saat kalian di dunia.

 Image

7 thoughts on “Motivators, You Are Suck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s