RECTOVERSO THE MOVIE – Review

Pertama-tama saya mau kasih standing ovation untuk Lukman Sardi.

Perannya sebagai abang sangat memukau. Entah bagaimana dia belajar memerankannya,  tapi apa yang saya lihat adalah gambaran nyata perilaku seseorang yang berkebutuhan khusus, real dan memang seperti itu di dunia nyata.

Kedua, saya suka wardrobe yang diusung. Sebagian besar sangat cocok dengan tema cerita dan blend dengan atmosfir cerita. Yang paling eye catching adalah baju Asmirandah (Senja), sedikit berbau gipsy, cocok dengan tema cerita yang agak-agak creepy dan klenik.

Ketiga, adalah cafe…. Cafe yang dibuat setting 2 cerita ini juara! Saya sangat suka dengan setting cafe yang dipakai. Cafe “Cicak Di Dinding” – sangat classy – mengingatkan saya pada flm-film mafia Italia. Favorite kedua tentu saja cafe mungil di bibir pantai di “Hanya Isyarat” saya betah berlama-lama disitu. Ketiga adalah yang ada di “Curhat Buat Sahabat”. Konsep lekukan baja peti kemas pada dinding cafe itu keren!

Keempat adalah… hm mungkin agak mainstream, saya suka soundtracknya. Saya suka semuanya, remake dari album aslinya sangat blending dengan cerita, kecuali lagu “Curhat Buat Sahabat” yang dinyanyikan oleh Acha – sangat mengganggu dan merusak mood.

Baiklah, mari kita preteli satu persatu cerita yanga da di Rectoverso ini, yang konon katanya disutradarai oleh 5 sutradara perempuan. Dimulai dengan…..

1. Malaikat Juga Tahu – Marcela Zalianty.

Saya merinding waktu lihat adegan Abang meronta-ronta kehilangan Leia. Siapa lagi yang bisa memerankan karakter berkebutuhan khusus selain Lukman Sardi? Setiap adegan sangat mempermainkan emosi dengan sangat. Cinta seorang ibu yang mencoba bertindak adil, Kasih sayang Leia pada Abang dan cintanya pada Hans, main emosi banget. Malaikat Juga Tahu adalah favorit saya.

2. Firasat – Rachel Maryam.

Yang saya suka adalah atmosfir cerita ini. Seting tempat Klub Firasat yang gloomy dengan jalan setapak. Sepeda dengan kartu di jerujinya, danau dan awan. Simple tapi mengena. Asmirandah memang cocok untuk peran-peran karakter terktekan that’s her specialty.

3. Hanya Isyarat – Happy Salma.

Mungkin Happy Salma mau main tebak-tebakan, tapi gagal. Kesan misterius Raga terlalu cepak. Telling sad story dalam lingkaran itu ide buruk, kurang fun. Tapi….. endingnya dapat banget waktu Al meminta Raga untuk menyalakan lampu, supaya…. dia bisa tau warna mata si Raga. Dapat banget untuk alur cerita yang melow dan bikin nangis darah.

4. Cicak di Dinding – Cathy Sharon.

Hello… apa kabar replika film hollywood yang nanggung? Apa yang mau dibawa si Cathy Sharon sih? Mau niru holywood story di negeri FPI? Ya beginilah nasibnya… nanggung! Cerita ini bakalan mati kalo gak didukung akting keren Yama Carlos dan tante Sophia Latjuba (spesialisasi film seks era 90-an) dan setting tempat yang keren.

5. Curhat Buat Sahabat – Olga Lydia.

Olga.. untuk cerita simple seperti ini sepertinya kamu terlalu bertele-tele dan klasik. Tidak ada yang istimewa. Diperparah lagi dengan akting Acha Septriasa yang ampun… hancurnya…

Itu sekelumit overview saya setelah menonton Film Rectoverso. Saya ingin melihat review yang lain kalau ada…

By the way, ada lomba menulis cerpen dengan tema yang mirip dengan Rectoverso, yakni cinta yang tak terucap. Tapi sayangnya yang ikut harus pakai produk speedy.

linknya ada disini : lomba menulis cinta yang tak terucap

Salam

Image

28 thoughts on “RECTOVERSO THE MOVIE – Review

  1. yah… telat tahu ada lombanya. tiket sudah dibuang (baru semalam dibuang).
    Saya juga suka dengan Lukman Sardi… two thumbs up for him. Dari semua yang ada, cerita Malaikat tetap yang membuat hati bergejolak melihat Abang menangis.

  2. seperti merasakan ketertekanan al, apalagi pas si *sopo iku jenenge* yang bilang : al, ini paling diem, ga banyak omong, sekali ngomong dahsyat.. dan al langsung nenggak bir, sebagai rasa tertekannya.. nampol =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s