Bilaku…

Metronome. Ulang tahun. Senja dan subuh. Birama. Musim.

Ada makna yang tersirat dari kata-kata di atas. Apa itu? Ya.. mereka adalah “Penanda Waktu”.

Akhir-akhir ini banyak kejadian yang mengingatkan saya tentang waktu yang semakin sedikit. I mean, waktu fana saya di dunia ini. Pertama, ada seorang teman yang tiba-tiba jatuh sakit, lumayan parah. Lalu kematian seseorang yang pernah saya kenal. Dan yang terakhir adalah pagi ini ketika teman saya menanyakan nomer KTP untuk booking tiket, ada DOB di nomer itu.. dan hey… look at this, I’ve been living in this world long enough…

Terbersit sebuah perenungan, betapa waktu saya itu sangat dijatah. Dan dengan serta merta otak saya mulai meracau, memikirkan pencapaian-pencapain dan kerumitan filosofis seperti tujuan hidup, untuk apa saya hidup dan sebagainya..

Sejurus kemudian saya berpikir tentang kematian. Jujur saya takut, bukan takut mati.. tapi proses menuju mati itu yang saya takutkan. Dengan cara apa saya mati, itu yang menghantui saya? Otak saya kembali menayangkan adegan horror kecelakaan maut, pesawat jatuh dari udara, sampai proses kematian tenggelam di air.

Lalu pagi ini saya lihat foto-foto lama. Ada Ibu saya yang lagi mejeng di atas kuda. Lalu mamah saya yang lagi terjun payung, dengan muka dan rambut yang kacau karena gravitasi. Teman saya yang sedang jadi co-pilot pesawat kecil (padahal dia bukan pilot). Mary Ann yang sedang safari ke Afrika. Juple yang minggat ke Eropa. Teman-teman yang sudah membukukan Gunung Welirang dengan ekspedisi mereka…

Wih… kalau berbicara tentang apa-apa yang sudah dilakukan sebelum mati ini bikin lebih ngeri daripada proses menuju mati itu sendiri. Bikin saya terkencing-kencing untuk segera melakukan banyak hal gila sebelum saya pulang ke rumah Bapa.

Ada beberapa hal/ keinginan yang kemungkinan besar bisa terjadi. Di antaranya, saya pernah berpikir untuk membuat tattoo salib selebar bahu saya, yang hanya bisa terlihat utuhu waktu saya buka baju. Ini bisa terjadi.. tinggal ke artis tattoo dan menyodorkan model tattoo namun itu belum saya lakukan. Saya juga berpikir untuk mempunyai rambut ikal sebahu, masih dalam proses. Sudah mulai keriting tapi masih mirip kambing etawa daripada model rambut bayangan saya.

orlando bloom, ciyus?

Tapi ada juga hal/ keinginan yang butuh usaha keras dan mujizat. Seperti mengunjungi Machu Pichu lalu diam disana selama enam bulan, nyanyi bareng feat. Craig David, menggelar konser piano tunggal di Swiss, menghasilkan buku best seller tapi tanpa penerbit komersil, ikut ekspedisi menyusur hutan amazon, macarin sutradara film indie yang idealis, dan berpetualang di New Zealand sama pacar saya.. oh fnck..!

Saya ingin melakukan bermacam-macam hal selama saya hidup…

Dan mimpi…. Ini yang membuat saya tetap hidup.

 

 

4 thoughts on “Bilaku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s