Ku Merindu Perjalanan Kita

Aku merindu sebuah perjalanan yang tak terencana, seperti yang kita lakukan biasanya, dulu.

Ke sebuah negeri yang tak terpetakan, negeri asing yang belum pernah kita jamah.

Berada pada stasiun kecil pagi-pagi buta, menumpang sebuah kereta kumuh, penuh dengan peluh. Menunjuk papan jadwal kereta dengan mata terpejam lalu membeli karcis sembarang tujuan.

Berjam-jam duduk di bangku kereta yang keras, bau matahari di rambutmu, bau ketekku, membuat atmosfir baru.

Selalu kita mengarah ke tempat tinggi. Dikejar malam, mengejar pagi, berlomba dengan hujan lalu menepi. Pada sebuah pondok kosong kita berhenti.

Tak ada takut, tak ada tawar hati, sentosa dalam balutan kabut dan purnama yang sembunyi.

Malam mengharu, tak ingin segera berlalu.. aku, kamu, dan sleeping bag biru.. lalu dengkur menderu.

Rona pagi menjelang… dan alam pun berbaik hati menjamu kita dengan pagi yang mewah.. gerimis, kabut, dan setermos kopi panas.

Pelukku…

Geliatmu…

Topi baumu…

Jaket kumalku..

Hujanmu…

Kabutku…

Pinusmu..

Ilalangku…

Tak satu pun kata terucap, namun hati kita beresonansi dalam nada yang selaras dengan lambaian pucuk pinus dan belaian embun…

Aku, kamu, di sebuah negeri baru…

Image

8 thoughts on “Ku Merindu Perjalanan Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s