Live your Life

Pertanyaan yang belum terjawab sampai sekarang – secara ilmiah, tentu saja – adalah : Apakah hidup itu?

Sampai saat ini pakar biologi hanya bisa menerangkan sebatas ciri-ciri mahluk hidup, ahli bahasa juga masih berkutat pada ciri-ciri makhluk hidup. Ilmu psikologi juga tidak bisa mendefinisikan apa yang dimaksud hidup itu, dia hanya berkutat tentang permasalahan hidup itu sendiri. Tidak satupun cabang ilmu yang bisa mendefinisikan hidup secara ilmiah.

Sementara, yang ada hanya tafsiran bebas dari filsuf-filsuf yang esensinya sangat subyektif. Dan paling mentok adalah hukum agama yang tidak perlu dipertangungjawabkan kebenaranya secara ilmiah, tinggal yakin dan percaya saja.. itu dasarnya.

Baiklah, sekarang secara pribadi saya mau menguraikan hidup itu seperti apa. Kalau menurut saya, hidup itu… entahlah saya ragu menuliskannya…

HIdup itu… masa bodo dengan definisinya. Kalo bagi saya hidup itu bagaimana cara menjalankannya. Buat saya, hidup itu seperti sebuah lintasan lari yang maha luas. Karena setiap manusia adalah pesertanya maka line yang ada paling tidak sekitar 2 milyar paths. Tiap-tiap path sangat unik; bisa naik dan turun, bisa mulus dan terjal, bisa lebar dan sempit dan tidak ada yang sama antara path satu dan lainnya. Panjang lintasannya tidak terbatas dan bentuknya juga selalu berbeda. Uniknya, laju yang ditentukan tiap peserta adalah sama; 24jam/hari. Dan satu lagi, garis finishnya transparan! Para peserta tidak tahu kapan mereka mencapai garis finish. Di saat peserta mencapai finish, itulah akhir dari kehidupannya; kematian. Dan pathnya akan dilanjutkan oleh peserta lain, yang berarti sebuah kelahiran, kehidupan baru.

Jika dilihat rata-rata jatah hidup manusia adalah 60 tahun, berarti ada 21.900 hari atau 525.600 jam. Dikurangi jam tidur yang rata-rata adalah 8 jam/ hari maka waktu aktif kita adalah 394.200 jam alias 16.425 hari alias 45 tahun hidup aktif. Not that much huh?

Yang saya inginkan adalah hidup sehidup-hidupnya di usia aktif ini… Saya ingin hidup sungguh-sungguh. Melihat apa yang ada dengan sungguh-sungguh, menatap wajah saudara saya, teman-teman saya, matahari pagi, hujan, dan pekatnya malam. Saya ingin mendengarkan suara orang lain dengan sungguh-sungguh, meskipun kadang tidak mengenakkan buat telinga saya. Saya juga ingin merasakan dan menikmati apa yang dirasa oleh kulit dan mulut saya.

Saya juga ingin bepergian sesering mungkin dan menghabiskan waktu bersama teman-teman, terbahak-bahak sampai perut sakit, bercerita yang seru-seru dan duduk diam menikmati semesta.

Saya juga ingin terus bermimpi, merencanakan hal-hal yang gila dan terlihat mustahil. Trip ke New Zealand dengan Juple dan Acen, pergi ke daerah terpencil seperti Togean dan Poso bersama teman-2 traveling saya Juni nanti. Membuat buku indie tentang perjuangan hidup ibu saya, atau mengirim demo piano saya ke perusahaan rekaman. Bahkan suatu kali secara spontan, saya ingin nyanyi di pub… nggak masalah saya nanti bakalan dilempar botol. I’ll take the risk. Saya juga ingin jatuh cinta dengan sungguh-sungguh…🙂

Jadi, bagaimana hidup kalian? apakah kalian juga ingin hidup dengan sungguh-sungguh? Seperti pepatah yang pernah saya dengar; life is short, laugh a lot, forgive instantly, don not regret what you have done, see more places, make a lot of friends.

Beautiful_Sunset_by_BradyV

2 thoughts on “Live your Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s