Satu Revolusi Bumi

Pernah kubilang aku mencintaimu, beberapa waktu setelah aku mengenalmu…. tapi katamu aku terburu-buru. Kau mengajukan jeda.

Sungguh, malam itu aku ingin sekali memelukmu… sebatas peluk. Dan kau meluluskan pintaku, menghamburkan diri padaku,  memelukku dengan erat walau tanpa satu kata keluar dari mulut kita berdua. Lalu rasa itu aku tahan, lagi….. aku menunggu selama satu revolusi bumi.

Sekarang jeda yang kau ajukan sudah hampir berakhir… akankah aku mengungkapkan lagi perasaanku padamu?… Ironis, karena kamu sudah tau bagaimana sebenarnya perasaanku. Dan kurasa kali ini kau juga akan mengajukan jeda lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya…

#catatan laki-laki bodoh

Image

One thought on “Satu Revolusi Bumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s