Apakah Berlebihan..

Apakah Berlebihan?

Apakah berlebihan jika kukatakan aku mencintaimu? Segala kebersamaan yang aku tak pernah ingat awal mulanya. Dan aku tak ingin semua berakhir.

Apakah berlebihan jika kukatakan aku mencintaimu? Menatap wajah lelahmu yang terpejam. Menahan diri untuk memelukmu, mengusap wajahmu. Seolah-olah itu semua bisa mengembalikan tenaga dan semangatmu.

Apakah berlebihan jika aku mencintaimu? Mencurigai semua wanita yang bersamamu. Menyiksa diri dengan cemburu. Memaksa akal sehat mempertahankan logikaku.

Apakah berlebihan jika kukatakan aku mencintaimu? Tahun-tahun berlalu, kau tidak mencengkeramaku, hanya saja membuatkan lingkaran sehingga aku tak pernah keluar dari situ.

Apakah berlebihan jika kukatakan aku mencintaimu?

Almaskaramina, 31102013

 

Apakah Berlebihan?

Prita melihat-lihat foto KKN kampusnya yang baru dipajang di sebelah gedung BAAK. Andri, Ponti, dan Jonaz teman satu kelompoknya juga ada disitu. Mata Prita tertuju pada satu sosok yang ada dalam foto itu. Seorang lelaki tinggi, berperawakan sedang, berpose gila di depan truk bersama beberapa mahasiswa lain. Tidak sulit untuk menemukan identitas mahasiswa yang ada dalam foto itu.. BAAK adalah bank informasi yang rentan bocor, setidaknya buat Prita.

Namanya Karel, anak FISIP.  Dia suka dengan warna kuning, setidaknya itu yang Prita simpulkan dari pengamatannya selama ini. Kulitnya tergolong lebih terang untuk ukuran blasteran Batak-Sunda.

______________________

Kantin fakultas Psikologi selalu ramai, soto Madura buatan tante Ida memang luar biasa. Pucuk dicinta ulam tiba, Prita duduk semeja dengan Karel. Sambil sesekali membenahi kerudungnya, Prita mencuri-curi pandang dan mencari kesempatan untuk bisa menyapanya. Rupanya soto Madura ini sakti, Karel khusyuk menyuapkan sendok demi sendok soto itu sampai tandas tanpa memperhatikan sekitarnya.  Prita hanya bisa melongo, begitu melihat Karel selesai makan dan meninggalkan meja begitu saja. Prita tidak sempat melaksanakan skenarionya. Entah Karel yang makan terlalu cepat, atau Prita yang terlalu terkesima dan menyia-nyiakan kesempatan untuk berkata “halo” padanya.

Semesta bekerja. Andri, Ponti, Jonaz, dan Prita mendaftar untuk menjadi sukarelawan bakti sosial tahunan universitas mereka. Daftar kelompok sudah dibagikan oleh panitia, dan… nama Karel ada di sana. Prita tak henti-hentinya memuji semesta karena dalam seminggu kedepan, hari-harinya akan sangat menyenangkan!

Begitulah semesta bekerja, Prita dan Karel semakin dekat. Prita sekarang lebih sering memakai baju kuning dan celana jeans. Prita juga lebih rajin membaca buku-buku karangan Karl Marx daripada Ernest Hemingway. Prita juga diam-diam mencoba resep soto Madura yang di dapatnya dari internet….

Dua tahun berlalu, kini mereka adalah mahasiswa tingkat akhir. Momok bagi mahasiswa tingkat akhir sudah menampakkan diri : skripsi. Sudah dua minggu Prita tak berjumpa dengan Karel, status blackberry message Karel juga tidak berubah sejak itu; ‘sedang sakratull maut menghadapi skripsi’.

Suatu hari di kampus, angin berembus cukup kencang mengundang awan hitam berkumpul. Prita menunggu dosen pembimbingnya di depan ruang dosen fakultas sastra. Rintik hujan mulai turun, pelan-pelan butirannya semakin rapat, tidak terlalu besar tapi sangat rapat. Mahasiswa yang tertahan hujan berjajar berbaris di lorong-lorong kelas. Samar-samar mata Prita menangkap sesosok pemuda berbaju kuning, perawakannya tinggi, dan gerak geriknya persis seperti orang yang dia kenal… Karel. Hampir saja jantung Prita melompat keluar karena kegirangan, dia buru-buru membuka payungya dan berlari kecil mengarah kesana.. namun setelah beberapa langkah dan sepatunya hampir basah di atas ubin yang tergenang… tiba-tiba dia berhenti, tenggorokannya tercekat, inderanya menangkap sesosok perempuan yang menempel manja di sisi kiri Karel.

Prita mematung, cukup lama… sampai tampias air hujan membuat kerudungnya lembab. Dia tetap berdiri di sana sampai hujan mereda dan sosok Karel sirna.

_______________________

Prita menutup pintu kamarnya, ada seribu tanya dan kebingungan dalam hatinya. Ribuan tanya bergaung dalam kepalanya, tapi tak satu pun bisa mewakili satu dasar pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi semua jawaban atas ribuan tanya lainnya. Air matanya mengucur bercampur dengan sisa air hujan yang membasahi kerudungnya.

Lunglai, dia terduduk, terpekur lama memainkan ujung jarinya… Ribuan pertanyaan yang bergaung di kepalanya tumbang satu persatu.. sekarang hanya satu pertanyaan yang tinggal, satu pertanyaan yang cukup telak : siapakah Prita di mata Karel?

Prita menarik satu nafas panjang, kemudian menghelanya dengan pelan. Prita sedikit tenang, namun air matanya tak juga berhenti mengalir. Satu kesimpulan pahit didapatnya. Matanya terpejam, mengenang dua tahun yang indah bersama lelaki pujaannya. Betapa dia mengagumi hidungnya yang tinggi, betapa dia mengagumi kecerdasannya yang luar biasa, betapa dia mengagumi kulitnya yang terbakar matahari karena terlalu sering ikut demo di jalan, betapa dia mendapatkan lawan berdiskusi yang imbang, betapa dia mencintai Tuhannya, betapa dia begitu takut pada ketinggian, betapa dia mencintai soto buatan Prita, dan betapa manis senyumnya….

Pelan-pelan Prita menghamburkan dirinya ke lantai, dia ingin dekat dengan bumi… saat ini alam bawah sadarnya memutar serangkaian drama potongan-potongan cerita yang manis bersama Karel dengan detil, sangat detil. Kenangan yang sangat manis tapi sangat menyakitkan karena dalam potongan-potongan cerita itu, Prita tidak pernah menemukan sebuah adegan ungkapan cinta Karel padanya.

johanesjonaz 31102013

Image

13 thoughts on “Apakah Berlebihan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s