Capeknya Saya Belakangan Ini

Saya mau jeda sebentar nulis jurnal perjalanan, nulis fiksi yang gak kelar-kelar, dan juga nulis artikel. Saya mau nyinyir dulu di sini tentang capeknya saya belakangan ini. Jadi skip aja kalo gak mau baca curhatan saya yaaa… Semuanya ini subyektif dari kacamata saya yg silinder banyak.🙂. Saya nggak butuh komentar yg judgmental🙂

Di Kantor.

Saya dalam puncak sebelnya pada atasan saya. Saya dan teman-teman kantor menyebutnya Obelix karena bentuk fisiknya serupa dengan si bos ini. Orangnya ceriwis, banyak omong, susah fokus, ceria terus bawaanya.. pada dasarnya orang ini enak dijadikan teman, tapi tidak sebagai bos.

Sebagai bos, dia itu sangat unorganized, tidak multitasking, terlalu ikut campur dengan pengetahuan seadanya, terlalu cerewet pada hal-hal minor yang seharusnya bisa dikerjakan anak buahnya independently, suka coba-coba, pelupa dan sangat rasialis.

Di kantor, Bule gembrot itu makin menjadi-jadi mempraktekkan standar ganda di kantor. Memang saya paham, orang rantau itu ikatannya begitu kuat, dan memang harus kuat biar bisa bertahan sebagai minoritas. Tapi kalau sudah melanggar lini profesionalisme, itu namanya urang ajar. Jangan hanya karena teman sesama bulenya keberatan dengan prosedur A, maka dengan semena-mena si Gembrot ini merubah prosedur. Jika gagal, maka secara diam-diam dia akan memberikan excuse yang sangat bertentangan dengan SOP perusahaan.

Saya beberapa kali kena getahnya. Kalo masih bisa ditoleransi, saya masih menerima dan melakukan perintahnya (nasib kacung) tapi kalo udah gak masuk akal dan melanggar prinsip perusahaan saya otomatis akan menolak. Saya pernah sekali disuruh “ngakali” untuk bikin warehouse sendiri, padahal jelas-jelas di management disebutkan hanya ada satu central warehouse untuk semua unit… Gara-garanya teman bulenya butuh barang cepat dan nggak mau pake prosedur standar. Jelas lah saya nggak mau. Dalam hati saya bilang : nah elu nggak diaudit, gw yang diaudit. Ngehek!

Selain sama bos saya, saya juga sebel sama salah satu expat di kantor. Kalo sama ini sih saya masih bisa berantem, secara secara struktural dia bukan apa-apa saya – tapi ya sekali lagi dia berteman baik sama Obelix, si bule gembrot bos saya. Ngefek juga sih jadinya. Jadi untuk tiga tahun ke depan, saya sudah relakan nilai appraisal saya.. saya nggak akan berharap dapat nilai bagus dengan pertimbangan sikap beringas saya pada bos dan teman-teman bulenya.

Di Rumah.

Saya lagi sebel sama pembantu saya. Memang saya salah jika mengharapkan ekspektasi yang tinggi pada seorang PRT, seperti ekspektasi saya pada teman kantor atau teman main saya. Tapi yaaaaaa… tanggungjawab dikit bisa kan?

Udah berbulan-bulan bedcover saya dilaundrykan ke luar karena alasan waktu itu dia sakit dan nggak bisa nyuci. Dan beberapa waktu yang lalu saya nyuruh dia laundry jaket pinjaman dari teman saya karena jaket itu tebal dan saya kasihan kalo dia nyuci itu. Seminggu lebih kok jaketnya belum balik-balik, dan setiap kali saya tanyakan dia selalu menjawab belum selesai.

Kemaren sore saya tanya lagi ke dia, dan seperti biasa dengan cengengesan dia bilang belum. Ih, rasanya gemes banget… Dipikirnya saya bakal terima lagi jawaban seperti itu. Saya cerca dia dengan pertanyaan-pertanyaan sampai dia gelagapan. Saya bikin dia mikir apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan. Saya bikin dia berpikir bukan sebagai pembantu lagi, tapi seperti mahasiswa yang sedang menganalisis masalah. Saya tinggalkan dia untuk menyelesaikan masalah ini sendiri. Kapok! Endingnya, saya liat dia pura-pura pincang mondar-mandir di depan kamar saya. 

Dalam Pertemanan

Ah kalo ini sih udah ketahuan siapa belangnya, siapa yang busuk. Gak usah dibahas, bikin dia GR dan senang diomong-omongin sama kami. Saya cuman mau titip pesen, kalu kamu baca blog ini. Bahagia itu jangan tergantung orang lain. Jangan bikin drama, biar pun kamu ratunya drama karena ujung-ujungnya itu bakalan membuka kejelekanmu sendiri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s