My First Time

Udah setua ini saya masih belum berani donor darah.. Bukan takut ketahuan penyakit kelamin yang mungkin saya idap sebagai seorang pelaku seks aktif atau karena jarum suntik yang segede bagong.. tapi karena saya takut melihat darah. Er… norak kan? Tapi hari ini, 3 September 2014… saya berhasil membuat Edward Cullen kecewa, jatah darah buatnya saya berikan pada PMI.

Perusahaan tempat saya bekerja memang sedikit alay, selain suka meeting mereka juga suka ngadain kegiatan2 rutin selayaknya arisan. Bulan ini, kantor mengadakan donor darah bersama. Dari awal saya sudah nggak minat buat daftar, biarpun banyak orang yang berbondong2 daftar.

Hari ini adalah hari eksekusinya… waktu itu saya sedang di kantor sendirian, suasana sepi nggak seperti biasanya… dan bulu kuduk saya tiba-tiba merinding…. Halah.. kok jadi horror… Jadi gini, waktu itu si Yan ditelpon oleh perawat, tapi si Yan nggak ada di tempat dan saya yang menerima telon dari perawat itu.

“Halo Mbak… Pak Yan lagi nggak ada di tempat, mungkin jadwalnya bisa diundur sampai orangnya datang”
“Waduh Pak, sayang sekali…”

Seingat saya, semalam saya nggak mabok dan sekarang nggak teler, trus saya bilang ke perawatnya untuk menggantikan Pak Yan sebagai donor. Fak! Entah malaikat apa yang mempengaruhi saya waktu itu, atau memang sifat impulsif saya yang kadang membuat saya nyesel… akhirnya saya pergi ke tempat donor darah.

Kaki ini rasanya tiba-tiba kaku, jantung udah gak karuan dag dig dugnya, tangan mulai berkeringat.. tapi tetep saya jalan kesana. Masyaawooooh… saya lemes seketika saat melihat orang2 berbaring jejer dengan selang2 berisi darah yang berujung pada kantong montok berisi darah yang ditimang-timang oleh sebuah mesin. Muka saya pucat pasi… dan suster yang melihat saya segera mempersiapkan form2 dan test2 yang saya nggak peduli lagi… dalam pikiran saya.. cepat selesaikan donor darah ini biar saya bisa langsung pergi dari sini.

Setelah dinyatakan lolos, saya diminta berbaring di tempat tidur dan dimulailah penyiksaan itu… Anjrit saya takutnya setengah mampus… si perawat sempat memfoto saya memberikan foto itu setelah saya selesai donor.

Prosesnya hanya 10 menit, tapi karena saking takutnya rasanya seperti 10 jam. Dan… saya baru tau kalo golongan darah saya sebenarnya adalah A+, bukan O seperti saat saya praktikum test golongan darah di bangku SMA dulu. Sebelum pulang, saya diberi snack… reward atas keberanian saya untuk ikut donnor darah.

IMG_1443

2 thoughts on “My First Time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s