Hal Yang Saya Benci Di Jalan Raya (sebagai pengendara motor)

1. Perempuan Naik Motor.

Don’t get me wrong, yang saya maksud di sini adalah perempuan yang punya tiga skill dalam mengendarai motor : skill ngebut, skill ngawur, dan skill minta dimaklumi. Saya paling sebel kalo berada satu jalan dengan perempuan yang naik motor dengan kecepatan di atas 60km/jam dengan gaya naik motor yang membahayakan; lutut kanan dan kiri ditempelkan satu sama lain, duduk di ujung jok, tapi larinya kenceng kayak setan. Biasanya pengendara seperti ini nggak bisa menguasai medan yang padat, tapi begitu dia menemukan jalan yang lempeng.. langsung deh tancap gas dan siap menerjang apa pun yang berada di depannya… termasuk bangkai tikus. Pengendara ini nggak bisamengira-ira waktunya tancap gas, mengurangi kecepatan, mengerem dan menghindar. Taunya hanya ngebut dan ngerem mendadak. Kalo sudah celaka atau mencelakai orang lain… keluar deh jurus pamungkas untuk excuse .. oh yang nyetir cewek…

2. Boncengan Motor 2 Orang Tapi Pilotnya Di Belakang.

Katakanlah Amin dan Boby naik motor berdua, Amin berada di depan dan memegang setang kemudi, dan Boby ada di boncengan belakang. Memang bener sih Amin yang pegang stang kemudi, tapi Boby ini suka menggunakan tangannya untuk kasih sign ke pengemudi lain manuver dari si Amin. Kalo si Amin dirasa akan menyalip kendaraan di depannya, maka sekonyong2 si Boby ini akan mengepak-kepakkan tangan kanannya seolah-olah jadi lampu sein motor. Boby, lu kira otak lu nyambung sama otak Amin? Lu kira lu pasukan brimob yang bukain jalan buat pejabat?

3. Pengemudi Yang Gak Tau Diri.

Ini banyak macamnya, tapi yang paling saya benci adalah yang mainan HP waktu naik motor. Saya suka bikin gara-gara sama pengemudi macam gini.. tiba-tiba saja saya potong jalannya sampai dia kaget.. dan kalo udah begitu HPnya baru dimasukin kantong lagi.. Tapi kalo nggak mempan, saya biasanya berjalan pelan-pelan… berusaha lebih pelan dari dia sampai dia nyaris nabrak saya dari belakang… kalo udah gitu baru dia berhenti, menepi dan nyelesaiin masalah dengan telponnya. Tapi kalo saya lagi males ngerjain orang, saya cuman klakson aja keras-keras… Biasanya sih saya cuman kena umpatan kasar aja dari mereka..­čÖé

Ada lagi pengemudi yang beriringan naik motornya, lalu asik ngobrol.. mereka nggak sadar di belakang mereka kendaraan udah padat.. Mungkin mereka itu masih gak bisa move on dari film CHIP’s tahun 80an. Kenapa sih musti arisan┬ádi tengah jalan? Biasanya sih saya bakal menyalip mereka lalu pelan-pelan berusaha berada di tengah-tengah mereka, lalu ikut kecepatan mereka hingga saya menjadi orang ketiga yang mengganggu acara ngobrol mereka… kalao mereka nambah kecepatan saya juga cepat, kalo mereka pelan, saya juga pelan… kuat-kuatan sampe mereka ngambil satu jalur berbaris, bukan beriringan lagi.

pengendara-sepeda-motor-yang-asyik-memainkan-hp-dan-tidak-menggunakan-helm-20121101180935-2233

2 thoughts on “Hal Yang Saya Benci Di Jalan Raya (sebagai pengendara motor)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s