Language Barrier

Hihihii… sebenarnya ini agak lucu, ide untuk menulis tulisan ini setelah saya nonton film horror berjudul Annabel. Lho kok? iya bukan rasa takut yang saya dapat setelah nonton film ini… tapi justru pelajaran penting tentang sebuah hubungan : komunikasi.

Di film ini ada pasangan muda John dan Mia yang tengah mengandung. John seorang dokter muda yang menunggu penugasannya begitu stress dengan profesinya ditambah lagi dengan kondisi istrinya yang sedang mengandung. Pada suatu ketika John menggunakan kata “difficult” untuk menggambarkan apa yang sedang dilaluinya, yang tidak bisa diterima oleh Mia. John kemudian meralat kata-katanya “maybe difficult is not suitable word to describe the situation” dan menggunakan kata lain yang lebih bisa diterima.

Saya jadi teringat dengan kisah saya di masa lampau. Okey, this will be not a secret anymore… Saya pernah menjalin hubungan dengan orang asing… bukan hubungan sih lebih tepatnya tapi apa ya… ah nggak tau lah.. gak penting. Yang pasti selama setahun bersamanya saya banyak mengalami kesulitan berkomunikasi, seperti yang dialami oleh John dan Mia tapi lebih parah, karena kami beda custom juga.

Sepulang nonton kemaren saya jadi tertawa sendiri dan mulai memaklumi diri saya. Orang yang sebahasa saja sudah kesulitan untuk berkomunikasi, apalagi yang lain bahasa… butuh toleransi setinggi langit dan sedalam samudra, juga komitmen yang luas… apalagi saat “rasa” itu sudah mulai pudar…

Ah, untuk ke depan saya nggak bakalan lagi deh sama orang asing…

illustrative-open_-language-barrier-jpg

4 thoughts on “Language Barrier

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s