I adore rain.

the-train-station-by-toshio-kishiyama-1391396392_org

Saya pecinta hujan, buat saya… hujan itu anugerah. Dikala orang lain menuduh hujan sebagai penjatuh mood, saya malah memuja hujan karena membuat saya jadi produktif.

Seperti sore kemaren, awan hitam mulai datang dari arah selatan. Wih… hujannya bakalan seru nih, saya buka jendela lebar-lebar… membiarkan udara dalam kamar berganti dengan aroma air hujan yang sebentar lagi datang. Saya buka laptop saya dan begitu air jatuh dari langit saya mulai menulis, melanjutkan proyek yang lama terbengkalai.

Saya sedang membuat tulisan tentang seorang perempuan bernama Trimasih, sebagai bentuk apresiasi dari saya untuk almarhumah ibu saya. Dari potongan-potongan cerita beliau tentang masa kecilnya, masa remaja dan tempat dimana dia dibesarkan, saya membuat sebuah cerita untuk mengenang beliau.

Semalam jari-jari saya begitu pandai berkompromi dengan otak saya, melahirkan satu bab penuh masa kecil Trimasih – Gadis hitam penunggang pelepah pisang. Saat saya baca ulang, saya sempat merinding dengan tulisan saya… penuh emosi.

Saat saya selesai menulis, hari sudah cukup malam. Saya pinjam payung milik pembantu saya, yang kata bebeb payungnya partai Nasdem. Saya keluar menyusuri jalanan sekitar rumah hanya untuk merasakan air hujan yang membasahi kaki saya. BIla sudah begitu, biasanya bisa sampai satu jam saya berjalan kaki tanpa tujuan menyusuri jalan basah yang terlihat seksi terkena paparan sinar lampu kendaraan.

Ah, saya cinta sekali sama hujan…

2 thoughts on “I adore rain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s