Pencapaian Hidup

Pekerjaan saya sebagai tenaga serabutan yang mengurus operasional sebuah sekolah di Surabaya sangat mengasyikkan. Mulai ngurusi keuangan, checking proposal dan mereviewnya, liasing purchasing dengan yayasan sampai masalah publikasi. Bukannya saya tidak cinta pekerjaan saya, saya menyukainya tapi kadang ada kalanya saya ada di titik jenuh dengan angka-angka dan rutinitas lainnya.

Salah satu pekerjaan di kantor yang membuat saya tetap hidup dan waras adalah melayout newsletter, salah satu dari media publikasi instansi tempat saya bekerja. Tiap dua bulan sekali instansi saya menerbitkan sebuah newsletter dan saya bertugas melayoutnya.

Sebenarnya pekerjaan ini bukanlah job-desc saya, saya mendapatkan job-desc ini secara tidak sengaja. Waktu itu saya lihat newsletter instansi saya cuman dilayout menggunakan microsoft publisher yang menurut saya kurang menjual dengan tampilan yang seadanya juga tidak bisa dikembangkan. Lalu dengan beberapa aplikasi software yang saya kuasai, saya iseng membuat layout bayangan dan saya tunjukkan pada salah satu petinggi di instansi saya, lalu.. tada…. sah lah saya menerima job-desc sebagai tukang layout disana.

Saya suka sekali dengan pekerjaan baru ini. Sebagai layouter, otomatis saya juga membaca isi dari berita yang akan diterbitkan, waktu itu memang tidak ada tim promosi yang handal jadi semuanya dilakukan dengan apa adanya. Ada rasa yang kurang sreg jika menemukan sesuatu yang “hadeh-ini-kenapa-kayak-gini” thing seperti foto yang asal comot, berita dan foto tidak mendukung, dll. Kadang, jika saya nilai fotonya kurang bagus dan si penulis berita tidak punya foto yang lebih bagus dan mendukung, saya hunting foto sendiri dengan turun ke lapangan mengambil beberapa gambar yang menurut saya lebih mengena dan bernilai jual.

Memang saya bukan layouter yang hebat, tidak ada background pendidikan yang mantab, bahkan skill dan pengetahuan tentang dunia desain saya dapat secara otodidak. Saya banyak mencermati iklan, majalah online dan media advertising lainnya serat berdiskusi dengan beberapa teman yang memang punya ilmu di dunia desain. Di beberapa edisi ada desain yang norak (saya baru sadar sekarang) dan saya anggap itu semua sebagai proses belajar saya dan bukti kecintaan saya pada pekerjaan ini🙂.

Sampai pada suatu kali pucuk pimpinan berganti, dan atas nama “kestandaran” saya disuruh membuat layout baku untuk newsletter. Saya mengajukan beberapa desain dan dipilihlah satu desain yang dia suka, yaitu yang berwarna senada dengan warna logo grup padahal saya benci banget dengan sesain ini. Dan.. disitulah awal petaka terjadi.

Karena sudah ada pattern dan template, saya jadi mati gaya. Gairah saya untuk berkreasi sepertinya dikebiri. Saya tidak bisa lagi bereksperimen dengan desain. Biasanya jika saya lihat sesuatu yang baru, entah di majalah atau media advertising lain, saya selalu bilang… hm, boleh nih untuk ide layout bulan depan. Tapi kini? Saya… m-a-t-i.

Saat saya berpikir lagi dan merenung, hey selama ini.. you’re doing what you’ve been told.. Sampai kapan kamu seperti ini? Lalu rentetan peristiwa lain mulai berdatangan. Tentang impian-impian hidup saya yang belum semuanya terpenuhi. Oh tai kucing, kenapa saya jadi seperti ini? Saya jadi merasa menyia-nyiakan bakat yang sudah diberikan oleh Sang Empunya Bakat. Saya jadi merasa belum menjadi “sesuatu”, dan yang paling parah… saya merasa belum “live the full life and do what I want”. Dan semuanya berujung pada satu kata : Pencapaian Hidup.

This slideshow requires JavaScript.

5 thoughts on “Pencapaian Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s