Warmth of a Hug

article-2362397-1AC906DE000005DC-700_634x532

Sambil ngopi pagi, gw pengen cerita sesuatu…

Bermula dari ajakan kumpul2 tumbler day dari Kimmy melalui pesan singkat di line, gw berangkat ketemu anak-anak. Seperti biasa, kalo ketemu sama anak-anak.. high five lah, cipika cipiki lah, basa-basi lah dll. Tapi begitu ketemu Kimmy, gw pelukan dong sama dia.. secara udah berasa tahunan gak ketemu­čśŽ

Sebentar, gw mau kenalin si Kimmy ini.. biar jelas ceritanya. Dia adalah teman komunitas lari gw, keturunan Arab dan berjenis kelamin betina… ayam be’e betina…­čÖé. Dan somehow, Kimmy ini orangnya genuine banget, orangnya tulus, selalu tersenyum, nggak rese, dan… dia udah punya pacar orang Manado yg ga bisa bahasa Manado. FYI aja, gw adalah fans dari pasangan Hana-Kimmy ini.

Nah balik lagi ke pelukan gw sama Kimmy… beberapa detik setelah tangan gw memeluk dia, dan tangan dia meluk gw…. ada rasa yang aneh.. gw ingat rasa ini.. kombinasi antara rasa nyaman, kehangatan, ketulusan, kasih sayang, harapan, dan doa. Hm.. gw ingat rasa ini, rasa pelukan yang udah sekian lama nggak gw rasain….Damn! Kim, kalo lu baca ini, itulah sebabnya waktu kamu ngantri kopi, I kissed you on cheek as a thank you for reminding me – through that hug- that I’m still a human being. Dan lu gak sadar kan waktu gw modusin lagi waktu kamu pamit pulang… gw minta peluk sama kamu sementara yang lain cuman dapat hi five doang dari kamu.

Sesampai di rumah, gw jadi kayak orang bego. Ngumpat-ngumpat dalam hati… damn… udah berapa lama gw nggak melakukan kontak fisik? Damn! gw butuh physical contact.. banget.. banget! Gw butuh pelukan yang nyata, not the virtual one yg kayak biasanya. Tapi sekali lagi gw berusaha mengendalikan diri, untuk tidak protes.. sikon memang tidak mendukung untuk melakukan kontak fisik… dan gw berusaha agar tetap waras dan membuang jauh pikiran-pikiran yang bikin galau.┬áDan semalam gw ngucapin mantra berulang-ulang : Stay calm.. stay calm…. berulang-ulang… eh tapi tetep aja jancuk…. ah… akhirnya gw bawa tidur, walaupun gw gak bisa tidur.

Dan pagi ini, I feel great! Gw udah gak galau lagi dan udah biasa aja. Seumur hidup gw, gw udah berpelukan dengan ratusan orang. Dari kebiasaan itu gw bisa membedakan jenis-jenis pelukan bisa merasakan “aura” dari pelukan-pelukan itu. Gw juga bisa menilai ketulusan dari orang yang memberi pelukan itu. Pelukan juga punya beberapa makna; kangen, simpati, harapan/ doa, erotis, dan juga… basa-basi. Menemukan orang yang punya pelukan enak itu susah, secara kultur di Indonesia untuk berpelukan itu wagu… kecuali di bandara atau stasiun kereta. Ada sederetan nama dari orang-orang yang gw kenal yang punya pelukan enak… pertama ibu kandung gw, my aussie mum, Jody, MarryAnn, Tata, Arik, dan yang terakhir baru nemu : Kimmy. Dan gw beruntung pernah beberapa kali dapat pelukan dari mereka. I’m blessed!

Have a great Monday fellas… kalo ketemu gw, peluk aja! Gw fakir pelukan…

2 thoughts on “Warmth of a Hug

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s