Ayo Main Sinetron di Kantor

images-4

Gw mau cerita tentang suasana kantor yang kadang bikin seneb perut. Siapa sih yang selalu akur sama bosnya, lets say dari 8 jam kerja pasti ada sekian persen yang dongkol sama dia. Bener gak?

Selama gw bekerja di instansi ini, gw udah ganti bos sebanyak 4 kali. Bukan karena apa, tapi memang posisi bos disitu sistemnya kontrak, maklum impor dari benua lain. Lain halnya dengan posisi kacung macam gw, yg ampe resign baru diganti. Masing-masing bos memang ada kelebihan dan kekurangannya.

Bos pertama gw, sebut saja Mawar… galaknya bukan main tapi well organised dan menerapkan trust based system. Jadi semua pekerjaan yang sudah didelegasikan menjadi tanggung jawab penerima delegasi, kecuali ada hal2 yang tidak beres baru si bos turut campur. Paling dibenci sama karyawan lain karena membawa misi perubahan dari status Nasional level ke Internasional level. It’s not her fault anyway…

Bos kedua, sebut saja Melati,  personalitynya keren abis. Dia juga well organised, verv knowledgeable, dan juga menerapkan trust-based system. Tapi nggak pernah kasih credit ke sub-ordinatenya. Gw paling nyaman bekerja sama dia, gw banyak mengembangkan diri karena bos gw percaya dengan apa yang gw lakukan. Masa bodo nggak pernah dikasih credit, yang penting gw bisa berkarya dengan bebas dan bisa menikmati setiap menit kerja di kantor.

Bos ketiga, sebut saja Kumbang, not talk too much, sangat fokus tapi cenderung bodoh. Tapi dia meninggalkan legacy yang lumayan berguna; sebuah pembaharuan teknologi IT. Bekerja dengan dia masih menyenangkan, karena dia juga percaya sama apa yang gw bikin… tapi gw juga ngerasa insecure karena dia bawaannya curiga melulu. Di masa pemerintahannya memang ada 2 kubu, dan dia curiga gw masuk dalam kubu lawan… padahal iya sih🙂

Bos keempat (yang sekarang), sebut saja Raflesia Arnoldi, cerewetnya kayak demit, detail, perfeksionis dan kepo. Selalu pengen terlibat dalam setiap urusan tapi nggak dibarengi dengan kemampuan organisasii yang baik, akibatnya banyak pekerjaan yang terbengkalai. Tapi di sisi lain, orangnya suka bercanda, suka makan, dan suka ngasih-ngasih.

Dari ke empat masa penjajahan itu, masa yang paling menderita buat gw adalah saat ini, saat si Raflesia Arnoldi berkuasa. Gw merasa dikebiri, semua ide yang gw ajukan mental. Atau kalo nggak mental, pasti ada salah-salahnya dan gw kudu gelagapan karena kejar-kejaran dengan deadline, ya itu tadi karena dia nggak percaya sama gw dan nggak well organised. Misalnya saja seperti ini, ada exhibition, dan gw tau prosedur standardnya tentang language policy : semua teks inggris harus di proofread sama expat. Gw sudah proofread sama salah satu expat yang jumlahnya ada setengah lusinan. Setelah semua selesai, dan siap didisplay… datanglah si Raflesia Arnoldi ngeliat… dan dengan enaknya menyuruh ganti materi karena ada teks bahasa Inggris yang nggak sesuai. Nggak sesuai… ya.. bukan nggak sesuai grammar, spelling atau kaidah bahasa lain… tapi karena nggak sesuai dengan taste-nya dalam gaya bahasa… fak gak sih? Dan itu nggak terjadi cuman sekali, tapi berulang kali.

Gw denger sih ada keluhan serupa dari teman-teman lain. Lama-lama habitnya bikin gw males untuk melakukan yg lebih dari yang gw bisa, memang rugi di gw tapi daripada gw makan ati, ya sudah… toh cuman sampai kontrak dia berakhir.

Buat gw, delegasi dan kepercayaan itu nomer satu. Kalo kerjaan udah mulai direcokin dan disetir, rasanya kerja jadi nggak nyaman… apalagi buat orang-orang yang punya kreatifitas dan energi lebih. Leader nggak perlu lah sampai ngerusuhin sampai detail, cukup di kasih tau maunya seperti apa dan dikontrol seperlunya aja. Kalo sub-ordinatenya jalannya mulai salah, barulah dikasih arahan.

Kemaren gw interview calon penggantinya dia, kayaknya orangnya tegas dan well organised, semoga dengan bos baru nanti gw bisa kembali seperti dulu… bahkan lebih.🙂

pic source : watercoolernewsletter.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s