Protected: 30 Things I Want to Do (And Keep Doing It) With You #1

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Taurus vs Pisces

taurus-sun-pisces-moon

Saya tadi iseng-iseng main twitter, medsos lama yang lama terbengkalai tapi sekarang jadi saya demenin lagi gara-gara sosmed ini ngebantu banget menghubungkan saya dengan orang yang saya sayangi. 🙂

Pagi tadi si Hana meretwet horoscope Taurus, tentu saja saya kepo dan mulai latah memfollow akun itu. Di akun itu ada twit tentang kecocokan Taurus dan Pisces yg bikin saya senyum-senyum sendirian. Ini kali pertama saya baca artkel tentang mix-match antar horoscope dan saya pikir ini menarik banget… Dan mulailah saya autis… baca mulai strength dan weakness hubungan dari keduanya; mulai dari sifat dasar, komunikasi, sampai….. urusan sex.

Overall, Pisces dan Taurus itu kompatibel meskipun berbeda 180 derajat; Intuitive vs praktis, emotional connection vs physical connection. Hihihihihihihihi…..

Timbangan Alam

Nature-scale

pic source : http://www.ideasforus.org/blog/big-idea-nature-is-more-valuable-than-all-human-activity/

Hidup yang kita hidupi sekarang ini sesegera mungkin akan berakhir. Seumpama biduk yang melaju ke hilir, suatu saat akan sampai di muara, saat Sang Khalik akan mengambil kembali biduk kita dan memberikan pada orang lain, generasi setelah kita, untuk menikmati perjalanan di atas sungai kehidupan.

Seperti kata Ralph Waldo Emerson, sastrawan US, bahwa hidup sejatinya adalah perjalanan, bukan tujuan. Layaknya perjalanan, kita akan bertemu dengan banyak orang dan berinteraksi dengan mereka. Ada beragam kepentingan dari orang-orang yang kita temui, mulai dari kepentingan sepele sebagai mahluk sosial yang berwarna putih hitam sampai kepentingan sebagai yang lebih berpolemik sebagai mahluk kompleks yang berwarna abu-abu.

Kepentingan-kepentingan itu membawa kita pada sebuah neraca, untung rugi. Kita menimbang segala sesuatu dengan neraca ini. Setiap orang mempunyai dacin yang berbeda skalanya, ada yang ekstrim dikalibrasi setiap kali akan digunakan namun ada juga yang hanya menggunakan perkiraan saja.

Dan ternyata, alam semesta juga mempunyai timbangannya sendiri. Mari kita tengok sebentar transaksi alam semesta dan manusia. Dari sekian dekade ke belakang, transaksi yang dilakukan oleh ke dua belah pihak begitu fantastis. Di mulai dari revolusi industri di Inggris Raya, saat manusia melakukan tawar menawar dengan alam semesta, mengambil sumber daya alam dengan begitu hebatnya dengan mengatasnamakan teknologi. Tanpa sadar, manusia juga harus menerima hasil barter atas apa yang diambilnya: kengerian alam.

Bencana di Nepal secara kasat mata terlihat tidak adil, namun sesungguhnya itulah saat di mana manusia membayar (entah sebagian, entah pelunasan) atas transaksi yang sudah dilakukannya pada alam. Tidak ada yang bisa menghindar saat jatuh tempo itu datang.

Kita tidak tahu siapa yang berhutang pada alam dan dari jaman apa mereka melakukannya. Namun sebagai manusia yang bertanggungjawab sudah selayaknya kita bertransaksi lebih bijak untuk kelangsungan kelestarian masing-masing pihak. Nepal mungkin adalah transaksi dengan alam dalam skala besar, namun kita bisa melakukan transaksi-transaksi yang berskala kecil dengan lebih bijaksana. Ambil apa yang diperlukan, beri sesuai dengan apa yang kita ambil. Tidak hanya dengan alam, namun juga dengan sesama manusia karena pada intinya hidup itu adalah keseimbangan dalam sebuah perjalanan.

Pengen Tau Efek Endorphin?

sedih

Minggu, 3 Mei 2015

15.15 / 17.15

Pernah nggak pas saat kangen-kangennya trus tiba-tiba ditelpon orang yang dikangenin? Saya pernah, dan efeknya jadi bego berjam-jam setelah itu.

Udah 2 minggu ini saya dan bebeb nggak intens kabar-kabar, yah saya sih paham dengan kondisinya. Tugasnya di distrik yang sinyalnya kayak ingus menjadi penyebab utama, apalagi dia abis sakit dan kali ini recoverynya cukup lama. Biasanya yang sapa-sapaan lewat whatsap sekarang megap-megap, walaupun dia lagi nggak di distrik tetep aja macet, gara-gara smartphonennya rusak. Komunikasi kami ngehek banget dah, 2 minggu ini. Rasanya saya pengen selundupin handphone ke tempatnya, tapi saya yakin dia nolak. Sama kayak waktu kacamatanya pecah, saya suruh pake frame saya dia nolak, dan ngotot nggak pake kacamata sampe pusing-pusing.

Nah, kemaren waktu saya ada ditengah-tengah ibadah HP saya getar, dan biasanya kalo HP getar saya diemin aja sampe beberapa lama, sampai yakin itu telpon beneran yg masuk dan bukan notifikasi aplikasi. Daaaan.. ternyata bebeb yang nelpon, saking girangnya saya lari keluar dan meninggalkan ibadah… Tuhaaaaan ampuni saya (tapi saya yakin Tuhan pengertian kok).

15 menit ngobrol dan ketawa-ketawa sama bebeb bikin endorphin saya melonjak tajam. Sampai selesai telponan saya masih senyam senyum kayak orang gila. Ngeliat HP terus senyum lagi, trus diem trus senyum lagi. Begitu terus… padahal orang pada lalu lalang di parkiran. Sumpah saya kayak anak ABG. Saya happy banget! Kira-kira sampai 15 menit saya terkena imbas endorphin.

Setelah pulang dari ibadah saya mampir ke supermarket langganan untuk beli kopi karena stok kopi saya abis. Saya tau letak kopinya di mana, dan saya tau saya kesitu cuman buat beli kopi doang. Tapi yang terjadi adalah entah kenapa saya ngambil trolley gede dan berjalan mondar-mandir dari koridor ke koridor selama 30 menit hanya untuk sebungkus kopi. Endorphin yang berlebihan ternyata nggak hanya bikin saya bahagia tapi bikin bego juga… makanya kalo bahagia secukupnya aja. And this is not the end of the story!

Masuk ke parkiran saya masih senyam senyum, endorphin masih bekerja. Saya cari motor saya, dan setelah liat Mio putih saya langsung mendekatinya. Saya rada kaget waktu liat helm saya nggak ada di tempatnya, yah… helm saya hilang. Tapi entah kenapa saya tetep cengar cengir biar pun kehilangan helm. Nah, setelah itu saya coba masukin kunci ke lubangnya. Susah! Kunci nggak bisa diputar, saya coba sekali lagi.. dan kali ini agak saya paksa. Masih tetap nggak bisa. Setelah beberapa saat lamanya, saya baru nyadar kalo yang saya naikin itu bukan motor saya. Bego kan?

Ah, gak papa lah jadi bego yang penting bisa denger suara bebeb, kangen terobati dan bahagianya sampe ke langit! I love you more Beb…