BMBM (BII MayBank Bali Marathon) – in a glance

Oke, ada 30 menit sebelum meeting. Saya mau menulis tentang event lelarian yang baru saya ikuti weekend lalu. Bali Marathon atau yang lebih umum disebut BMBM oleh para pelari adalah event pertama saya di kelas half marathon.

Pengalaman seru di event seru sebagai virgin HMer, bisa dibilang tak ternilai. Mengingat saya bukan atlit, bukan pro yang lari karena ada target. Lari bagi saya adalah kegiatan iseng yang keterusan. Dulu, alasan pertama saya lari adalah pengen punya perut sixpacks seperti punya sodara temen saya yang taruna AL itu. Dia dulu menyarankan untuk lari tiap hari biar perut sixpacks kayak sodaranya. Setelah sekitar enam bulan berlari, bukan perut sixpacks seperti anggota TNI AL yang saya dapat tetapi berkurangnya timbunan lemak di badan. Nomer celana saya turun 2 tingkat dan sayangnya (atau untungnya?) saya keterusan lari sampai hari ini.

Jadi kalo saya bilang keberhasilan mencapai finish HM pada event BMBM dengan catatan waktu 3 jam 24 menit untuk jarak tempuh 21,17 km adalah big big bonus dari lelarian saya selama ini.

Boleh curhat dikit nggak ? Boleh ya? Hahahah… Ini tentang penyemangat saya memecahkan telor HM saya. Selain ada teman-teman seru dari komunitas lari yang berangkat bareng ke Bali, semangat untuk lari di BMBM ini terutama datang dari orang yang saya sayangi. Dari awal saya bertekad untuk lari buat dia. Jujur untuk jarak sejauh itu saya agak keder, secara selama ini rekor terjauh saya adalah 15 km dengan pace siput. Lutut saya udah soak dan nggak bisa diajak lari jauhan dikit. Dari cerita-cerita yang sudah pernah ikut event ini, medannya cukup mengerikan. Pagi menjelang race, saya ngobrol dikit sama dia lewat whatsap. Ternyata itu jadi mood booster banget. Isinya lucu, sedikit menghina tapi saya suka. Hahahah… I love you, beb!

Awal-awal start start saya ambil barisan paling belakang. Saya tahu, sebagian besar pesertanya adalah pelari alay (kayak saya enggak aja). Saya berlari barengan sama Putri dan Boi. Beberapa kilometer awal pace kami samakan. Sayangnya, semakin jauh kami nggak bisa lari sama-sama lagi karena kondisi fisik yang beda-beda. Entah di km berapa kita pisah, saya terpaksa meninggalkan Putri dan Boi. Menjelang kilometer ke 7, lutut saya yang sudah bermasalah mulai nyut-nyutan. Beberapa kali saya berhenti lari dan pilih untuk berjalan karena sakitnya yang luar biasa. Di kilometer 11 rasanya saya sudah mau nyetop ambulance, tapi untungnya tidak jadi. Saya ingat-ingat lagi alasan kenapa saya ikut lari di event ini. Saya mengurungkan niat untuk menyerah. Akhirnya, di tengah keputusasaan dengan lutut yang sudah tidak bisa diajak kompromi, Tuhan mengirimkan emak-emak yang ngasih saya semprotan pain killer (mungkin itu bu dosenmu Beb). Saya coba kembali melanjutkan perjuangan itu.

Beberapa kali saya dibalap sama teman-teman komunitas. Saya tetap berlari sambil menahan sakit yang gak berkurang biarpun dikasih pain killer. Lutut masih nyut-nyutan dan sekarang ditambah telapak kaki yang rasanya mulai menebal. Saya juga merasa ujung-ujung jari kaki saya sudah mulai ada yang melepuh. Tapi saya tetep stay warm, seperti pesannya, hiks. Saya masih mencoba lari pelan-pelan banget, kadang jalan agak kenceng bila dirasa sakitnya sedikit berkurang. Sampai di kilometer 18 ada si Kimmy yang manggil-manggil saya dari belakang dan dia pun jadi partner lari saya sampe garis finish. Saya dan Kimmy yang stay warm mulai akting seperti pelari pro, menyembunyikan kesakitan jika dirasa ada kamera yang nyorot kami. Dan jadilah foto-foto saya di BMBM, pasti ada Kimmynya- kayak paket two in one.

Begitu dapat medali, saya langsung duduk dan motoin medali buat dia. Gak peduli lagi kaki yang udah kaku, sakit di telapak kaki, pangkal paha, dan tungkai. I run for you Beb, and I did it. Tapi nih ya, yang rada ngeselin adalah dia bilang saya lebih lambat dari bu dosennya waktu dia tau catatan waktu saya. Suwun lho Beb..

Tapi saya suka banget ikut event ini. Event organisernya kece badai. Persiapannya luar biasa matang. Saya tidak perlu takut dehidrasi, karena di tiap 2 kilometer ada hydration station. Saya nggak perlu bawa hydrobag. Tahun depan mungkin saya mau ngambil yang FM. Tapi masih nunggu motivasi dulu dari kamu dan kalo bisa larinya sama kamu. Eh, tapi kalo kamu ikut aku ngambil 10K aja deh biar bisa tetep fit setelah race dan bisa jalan-jalan lebih lama sama kamu. Hihihihihiih…

PS : Aku punya dua jersey BMBM. One for me, one for you. Tapi aku nggak tau ngirimnya kapan🙂 Tunggu nanti ya Beb.

IMG_3941797299641 IMG_4018526851643 IMG_24829224746829 IMG_24844137484115

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s