Hello December

645f6905e94667b369f999909c82e818

Hey, sudah Desember lagi. Time flies, kalau kata orang. Orang yang nggak pernah plank lebih tepatnya. Coba aja mereka suruh plank, 2 menit aja. Pasti mereka bilang time stops.

Tadi sempat lihat-lihat pinterest, ada quote yang menarik tentang Desember. Dalam foto itu tertulis definisi dari Desember, dalam bahasa Inggris.

“De-cem-ber /di’sember/ : The month of joy, happiness, and to finish what you started”

Joy and happiness.

Tiba-tiba saya kepikiran Bandung. Kenapa Bandung ya? Entahlah, pasti ada sesuatu yang menyenangkan di sana. Padahal Bandung nggak identik dengan Natal atau Desember. Bandung jaman dulu, sebelum berkembang seperti sekarang. Jaman belum banyak angkot dan masih dingin. Pengen ke pinggiran Bandung, entah Lembang entah Pangalengan. Menikmati hujan, berhenti di pinggir kebun lalu membuka jendela, menghirup aroma hujan dan diginnya udara. Bahagia.

To finish what you started.

Kenapa saya tidak lahir bulan Desember ya? Supaya akhir tahunnya sama dengan persepsi kebanyakan orang. Buat saya, tahun baru bermula dari bulan saya lahir. Jadi akhir tahun buat saya adalah bulan Januari, karena saya lahir bulan Februari. Akhir tahun adalah waktunya menyelesaikan apa yang saya mulai (di awal tahun). Masalahnya, saya nggak tahu apa yang saya mulai di awal tahun lalu. Ah, susah kalau sudah seperti ini, sama kayak resolusi-resolusian di awal tahun yang tidak pernah saya buat.

Kok jadi ribet gini ya tulisan saya? Ehmmmmm…. ya sudah demi bulan Desember, I will finish what I started :

 

 

 

sumpah buntu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s