Canggung

sad-man

Beberapa kali saya berhenti di tengah jalan saat memanjatkan permohonan di pagi hari. Ada perasaan canggung, lebih ke rasa bersalah, untuk memohon permintaan pribadi. Beberapa kali permintaan saya dikabulkan, dan beberapa kali juga saya mengecewakan si Pemberi.

Beberapa kali saya ingkar janji. Saya pernah bilang pada Tuhan, jika Tuhan memberikan satu hal ini, saya nggak akan minta lagi. Saya akan jaga baik-baik. Nyatanya? Saya ingkar. Untung saya nggak dijitak sama Tuhan.

Manusiawi jika menginginkan lebih, tapi manusiawi juga untuk mengindahkan hati nurani. Terlebih jika saya tidak tahu apa yang saya minta. Baik-tidaknya untuk saya jika permohonan itu dikabulkan, karena saya nggak tahu masa depan itu bagaimana bentuknya.

Pagi tadi saya kembali berhenti di tengah jalan saat saya meminta. Timbul rasa bersalah atas keinginan-keinginan masa lalu yang sudah diberi namun saya tidak cakap menerimanya. Dan akhirnya saya tutup doa saya dengan pasrah. “God, I don’t know what I want and ask for. I just live my life as the way it is.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s