Credit of #30Things

1ed88619a9d6e2a1396c92383fe9dade 2

Sulit dipercaya, akhirnya ada satu lagi proyek menulis selesai. Buku berjudul 30 Things I Want To Do (And Keep Doing It WIth You) rampung.

Fiuh…. Lega, bangga, senang rasanya. Saya mau mengucapkan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya untuk para penulis yang sudah berkontribusi dalam proyek ini.

  1. Tutut Larasawati. Dia yang pertama selesai menulis dan submit tulisan dengan judul Secret Talk. Semangatmu patut diacungi jempol, Tut. Tulisan kedua menyusul, berjudul Tatto, lalu Karma Minggu Pagi. Tututlah yang sepertinya klik sama saya untuk menyelesaikan tulisan yang (hampir) terbengkalai ini. Di tengah usaha saya menulis tema natal (yang kemudian lahir bab Kado Natal Istimewa), dia PM saya dan bertanya, “Jo, #30Things ini sudah selesai?” Pucuk dicinta ulam tiba, saya langsung nodong dia untuk menyelesaikan tema dinner – menggenapi 30 bab dalam buku ini. Dan dia bersedia, Malam-Malam Penuh Dusta lahir kemudian. Tutut adalah kontributor dengan tulisan terbanyak – 4 tema.
  2. Nara. Pertama kali saya berinteraksi dengan penulis berbakat ini adalah dalam proyek ini. Sebelumnya, saya membaca karya-karyanya dan jatuh hati dengan kepiawaiannya menulis. Dan Iswanda berpendapat sama, tulisan Nara dahsyat. Dan mengusulkan dia untuk diajak bergabung. Dengan mengabaikan rasa canggung, akhirnya saya beranikan diri untuk mengundang penulis ajaib ini ikut proyek. Prolog muncul di urutan kedua. Saat saya frustrasi, saya todong Nara untuk mengambil satu tema lagi untuk diselesaikan – build, saya berkeyakinan penulis yang tidak mengenal ‘writer’s block’ ini mampu melakukannya. Dia menutup proyek ini dengan manis – House of Cards, lahir dari permata Storial ini.
  3. Dan Iswanda. Saya bersyukur penulis berbakat ini bergabung di Storial. Melalui dia, saya belajar banyak hal. Rasa-rasanya saya dan Dan punya taste yang sama. Dia yang menemukan ciri khas tulisan saya yang  ‘deso’ tapi ‘nggak ndeso’. Ehm, saya berasa Ahmad Tohari. Saya terus diajak maju sama Kiayi – sebutannya di Storial, saat ini saya seperti menjadi anak didiknya – dikenalkan pada penulis-penulis handal di sebuah forum untuk belajar; menulis, mengamati, dan memperkuat mental. Dua tulisan lahir dalam buku ini, Pesan Di Balik Kaca dan Riwayat Angin Selatan.
  4. Ahmad. Saya dulu nggak menaruh minat pada tulisan Ahmad. Tapi progress menulisnya seperti kecampuran NOS, cepet banget! Bahkan sekarang kemampuan menulisnya melebihi kemampuan saya. Ahmad satu-satunya orang yang bisa menebak sisi rahasia dari tulisan saya. Dia cermat, membuat saya lengket dengannya, apalagi setelah tulisannya yang berjudul ‘Jombi’ yang mengusung nama-nama penulis di Storial sebagai karakter di ceritanya. Ahmad menulis Guessing Game dan Tie Break dalam proyek ini.
  5. Rian. Rian adalah penulis dengan warna anime yang kental, buku dalam akun Storialnya sangat-sangat anime. Tulisan yang dia buat dalam proyek #30Things ini juga  berbau anime. Karyanya berjudul Buku Keinginan.
  6. Melissa. Seorang dokter dirgantara yang saya kenal sebagai penulis surealis, imajinasinya sangat-sangat gila. Milidetik dan Dicium Kakek-Kakek adalah karyanya di proyek #30Things dan sangat-sangat terasa Mei-nya (panggilan saya untuk Melissa).
  7. Ginandjar. Saya salut dengan kegigihannya untuk menulis. Sudah beberapa kali dia merombak tulisan dalam buku ini dan hasil terakhir adalah Rieanastasia. Saya suka dengan tulisannya yang jujur dan polos, megingatkan saya pada masa saya dulu.
  8. Aditia Yudis. Saya jatuh cinta dengan tulisannya tentang seorang perempuan yang tidak sempat mengenal seorang pria dalam bus. Sejak itu saya mengikuti Adit. Saya berkolaborasi menulis Stambul Bus Tua dalam buku ini. Pembawaanya yang tenang dan misterius menyembunyikan kenyataan bahwa dia sudah menelurkan beberapa buku dalam bentuk cetak. WOW! Jadi, selama ini saya bergaul dengan penulis andal dan tidak menyadarinya? Hahahahahah. Adit juga menerima tantangan saya untuk menulis hal-hal yang berbau sex, dan hasilnya? Lahirlah Om Uban yang fenomenal itu.
  9. Doddy Rakhmat. Dia menulis Hujan Tanpamu dalam proyek keroyokan ini. Sayangnya Doddy jarang aktif di Storial, jadi saya kurang berinteraksi dengannya. Semoga ke depannya bisa menulis bareng lagi.
  10. Erlin Natawiria. Dia juga sudah mempunyai beberapa buku cetak, gadis yang konon tinggal di Bandung ini menulis Stella’s Little Fingers.
  11. Anggita. Saya sempat ragu untuk mengundangnya sebagai kontributor. Sumpah saya pikir dia belum cukup umur, dia tidak suka dengan tulisan-tulisan saya yang provokatif dalam akun Storial saya, jadi sewaktu membuat proyek ini saya mencoret namanya dari daftar undangan (maaf ya Git). Namun, saya diyakinkan oleh Adit untuk mengundangnya menulis bersama dalam proyek ini. Hasilnya? Bisa kalian baca di Mencari Picolino. – Salah satu tulisan brilliant dalam #30Things.
  12. Siti Yulianingsih. Saya salut dengan semangat belajarnya, tulisannya detil dan rapi. Bisa dilihat di bab yang berjudul : Kepada Hal Yang Aku Tidak Tahu Kebenarannya.
  13. Semutlicious. Sastrawan jaman sekarang. Melihatnya seperti mengaca pada jaman saya kuliah. Tulisannya idealis dan penuh energi, dan sempat dituangkan dalam tema house warming yang berjudul Hadiah Perpisahan.
  14. Reza Reinaldo. My lil bro. Saya memahami istilah tulisan renyah dan segar setelah membaca karya-karyanya. Spesaialis teenlit yang sangat aktif menulis, mempunyai paling banyak judul di Storial. Saya baca semua karyanya, mengikutinya sejak dia punya akun di Storial dan memang kabar bahwa dia John Green-nya Indonesia itu benar adanya – tulisannya serupa. Beginilah Ya Manusia Bumi adalah tulisannya dalam proyek ini.
  15. Nanda Muhammad. Anak super kreatif dan sangat ringan tangan. Selain dalam proyek #30Things saya pernah berkolaborasi dengannya dan Shindy dalam proyek #Pagar. Saya melihat bakat seninya luar biasa dan dia tak segan memberikan kontribusi yang luar biasa pada sebuah proyek yang diikutinya. Saya yakin, dia akan sukses sebagai penulis dan cinematographer, suatu saat. House of Wolves adalah karyanya.
  16. Anastasia. Anak Flash Fiction sejati! Plot-plot yang deras selalu saya dapatkan dalam tulisannya. Kali ini saya menantangnya untuk ‘berkata-kata mesum’ dalam poyek #30Things. Nggak terkejut jika Nymphomania lahir dengan sangat gampang – masih dengan warna flash fic.
  17. Shindy Farahdiba. Perempuan yang penuh energi dan totalitas. Tiga kali saya berkolaborasi dengannya. Saya masih ingat Count Down – Harga Untuk Sebuah Hasrat, kolaborasi kami selain #Pagar. Saya dan Shindy setype; serius jika mengerjakan sesuatu. Saya salut dengan pencapaian-pencapaian gadis ini, saya yakin ini semua berkat keseriusannya. Kutukan Pampers adalah hasil karyanya dalam #30Things ini.
  18. Ulfa Fauzy. Tetangga saya, bukan juga sih hahahha. Dia adalah penulis yang penuh perasaan. Setiap baca karyanya, ada sesuatu yang tertinggal di hati. Dia memilih untuk menulis dengan tema lebaran. Maka, cerita manis lahir pun lahir Dari Kaasstengels Untuk Ananasstart.
  19. Rere. Saya mengenalnya sebagai penulis dengan diksi yang sangat puitis. Sebenarnya dia mengambil beberapa temma dalam buku ini, tetapi mungkin karena kesibukannya dia tidak sempat menyelesaikan. Sukses ya skripsinya. Karyanya adalah Kamu, Doa Yang Terus Disemogakan.
  20. Nalla Dewi. Penulis terakhir yang saya todong untuk menyerahkan karyanya. Setelah saya menyelesaikan Kado Natal Istimewa, saya share tulisan ini melalui twitter. Orang pertama yang menanggapi adalah Nalla. Saya tahu kemampuannya menulis dan dengan yakin saya mengajaknya. Saya kagum dengan keseriusannya, dia lembur untuk menulis malam itu juga. Kecintaannya pada BP terlukis dalam judul Jadikan Aku Istrimu.

Proyek ini memberikan saya banyak ilmu kepenulisan. Dari komen-komen yang ada, saya belajar tentang tata bahasa, tanda baca, huruf kapital, elipsis, penokohan, karakter dll. Selain itu saya menambah banyak teman penulis yang bisa diajak berbagi. Semuanya unik dengan gaya dan karakteristik masing-masing.

Saya berterimakasih untuk Storial yang sudah mempertemukan kami.

Terakhir, saya juga berterimakasih padamu yang menjadi inspirasi dan memungkinkan semuanya ini terwujud. It’s hard to forget someone who gave you so much to remember.

Sampai jumpa di blog berikutnya.

Salam.

 

2 thoughts on “Credit of #30Things

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s