Selamat Ulang Tahun, Flinn

Jari-jariku mulai bergetar. Kuhimpit kedua tanganku di antara belahan kaki, berharap jari-jari kecil dalam sarung tangan ini menghangat. Bangku kayu ini pun tidak menolong. Kupikir guruku salah ketika meyebut kayu adalah penahan panas yang baik, aku masih kedinginan. Kurasa bangku ini malah memanfaatkanku jadi pengering bilahnya yang  basah. Sudah setengah jam aku memandang gerbang hitam, menunggu penghuninya…