Hari Ketiga #7DaysKF

IMG_1198Tentang Kehilangan

Mau yang mana dulu nih? Kehilangan materi saya pernah. Kehiangan cinta? Pernah dong. Kehilangan sahabat juga pernah. Kehilangan hewan peliharaan? Beberapa kali.

Saya bingung mau bahas yang mana, tetapi baiklah, saya mau cerita yang paling saya ingat; kehilangan anjing peliharaan. Dua kali saya mengalaminya, pertama saat saya masih anak-anak dan kedua saat saya sudah dewasa.

Sewaktu masih kecil, saya mempunyai seekor anjing yang saya temukan terluka di pinggir jalan. Waktu itu saya memohon-mohon pada ibu untuk mengijinkan memeliharanya. Saya sadar waktu itu tidak memungkinkan untuk memeliharanya, karena ada masalah dalam keluarga. Namun, karena saya gigih akhirnya ijin itu turun. Saya namai anjing itu Boy, itu pun atas saran ibu.

Setahun lebih saya bersahabat dengan anjing berwarna hitam itu. Saya mencintainya, pun teman-teman saya. Saya ingat betul, di tahun pertama kebersamaan kami, saya dan teman-teman merayakan ulang tahun Boy. Sepotong sosis murahan saya beli dan menaruh lilin di atasnya, sebagai kue ulang tahun. Kami memakai topi pesta yang terbuat dari kardus bekas dan membeli minuman kaleng dan kue-kue dari tabungan.

Sebagai anak-anak, kami dan Boy mempunyai masa-masa yang menyenangkan. Hingga pada suatu kali, saya harus diungsikan ke rumah kerabat. Tidak mungkin membawa Boy karena lingkungan rumah keluarga yang saya tumpangi menajiskan binatang itu. Hampir setiap hari menangis karena merindukannya. Mungkin Boy juga merasakan hal yang sama. Hati saya hancur saat mengetahui Boy mati sebulan kemudian. Cinta pertama saya pada makhluk selain manusia kandas.

Kali kedua saya kehilangan anjiing adalah setelah dewasa. Waktu itu saya baru menempati tempat baru, di luar kota. Saya pikir, saya bisa memelihara lagi seekor anjing untuk menemani saya berolah raga. Saya kesengsem dengan ras golden retriever, maka saya membelinya seekor dari breeder dan saya beri nama Hugo. Seiring waktu berjalan, saya mulai sadar jika sering tidak berada di rumah. Lalu, datanglah Carlos, seekor anjing kecil yang tingkahnya amit-amit, untuk menemani Hugo selama saya tidak di rumah.

Hampir lima tahun lamanya mereka menemani saya. Keterikatan satu dengan yang lain sangat kuat. Seperti kebanyakan anjing, mereka mengerti apa yang saya alami tanpa saya berkata-kata. Pernah suatu kali saya marah karena masalah kantor, sewaktu sampai di rumah mereka menyambut saya seperti biasa. Namun, setelah itu mereka duduk dengan tenang dan tidak mengajak saya bermain seperti biasa, bahkan sampai makan malam pun mereka masih diam. Biasanya pada jam-jam seperti itu, Hugo selalu menggigit tempat minumnya dan meletakkannya di samping saya—mengingatkan kalau waktunya minum susu.

Tidak ada rasa sedih yang menyamai kehilangan hewan piaraan, tepat di usianya yang keenam, Hugo mengembuskan napas terakhirnya. Saya dan Carlos berduka, lebih-lebih saat melihat Carlos yang sering melolong, mencari Hugo. Hingga sekarang saya masih ragu untuk memelihara anjing lagi. Saya masih belum siap untuk mengalami kehilangan untuk yang kesekian kalinya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s